Pages

Pages

Jumat, 20 Juni 2014

Gereja Pasifik Komentari Kunjungan SBY dan West Papua

Francois Pihaatae
Nadi, KNPBnews – Gereja-Gereja Pasifik melalui Sekretaris Jenderalnya, Pdt. Francois Pihaatae mengatakan Pemerintah negara-negara regional tidak seharusnya membiarkan kehadiran Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono di Forum PIDF untuk mengaburkan isu hak penentuan nasib sendiri di West Papua.

Pihaatae yang juga mewakili masyarakat sipil yang terdiri dari Pacific Conference of Churches  (PCC), Ecumenical Centre for Research, Education and Advocacy (ECREA) dan  the Pacific Network for Globalisation (PANG) mengatakan bahwa negara tidak boleh menghancurkan tanggung jawab masyarakat untuk mencari kebenaran.

“Dimana perhatian hak penentuan nasib sendiri kami? apakah di bidang Pemerintahan, pembangunan dan Keamanan?, atau dukungan kuat kami untuk kemerdekaan West Papua? Kita tidak bisa membiarkan kunjungan kenegaraan untuk meredupkan kebijaksanaan dan penilaian kita,” kata Pihaatae dalam Press Release kemarin, Kamis (19/6) di Fiji.

Gereja-Gereja di Pasific sangat konsen dengan hak penentuan nasib sendiri di regional Pasifik, terutama West Papua. Kunjungan SBY kemarin dinilai sebagai upaya Indonesia menggeser dominasi Selandia Baru dan Australia di Pacific Islands Forum (PIF).

Menurut Radio New Zealand, para rohaniawan juga mempertanyakan apakah kunjungan Presiden SBY telah keluar dari keharusan di forum kemarin karena dukungan kemerdekaan West Papua telah mencapai tingkat kritis tersebut dalam Fiji, ujung tombak Melanesia Group (MSG), dan kawasan yang lebih luas.