Pages

Pages

Minggu, 22 Juni 2014

Gema Papua Merdeka Bikin Indonesia Panik

Jayapura, KNPBnews – Perjuangan Papua Merdeka terus bergema. Penguasa kolonial Indonesia sepertinya sudah tidak sanggup menghalau dengan cara-cara busuknya. Kunjungan SBY ke Fiji hingga operasi intelijen di dunia maya menunjukan kepanikan Indonesia atas gaung Papua Merdeka.

Demikian kesimpulan pembacaan situasi yang dikeluarkan oleh Sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Menurut KNPB, kunjungan Presiden SBY ke Fiji kemarin adalah sikap kepanikan Indonesia karena kebenaran yang diperjuangkan oleh bangsa Papua selama ini mulai diperjuangkan secara terbuka oleh Masyarakat dan Gereja-Gereja di Melanesia, Pasifik dan negara-negara lain.

Selain itu, KNPB juga memandang adanya operasi intelijen Indonesia melalui perang opini di dunia maya. Intelijen Indonesia berpura-pura menggunakan identitas nama dan marga orang Papua dan menulis opini-opini yang bertujuan menggiring pikiran pembaca untuk mengambil sikap apatis terhadap perjuangan bangsa Papua.

“Mereka menggunakan situs bebas kompasiana, dan situs -situs tanpa identitas lainnya, lalu mereka sebarkan ke group-group dan pengguna media sosial facebook dan twitter milik orang Papua. Lucunya, mereka berusaha menyampaikan ide-ide kesejahteraan dan pembangunan NKRI sambil menyudutkan perjuangan Papua Merdeka,” tulis KNPB dalam uraiannya

Namun demikian, menurut KNPB, rakyat West Papua tidak akan mudah menelan semua propaganda penjajah secara mentah-mentah. Rakyat West Papua sudah tidak dapat ditipu lagi. Mereka akan memilih mana berita yang benar dan mana berita yang berasal dari Intelijen Indonesia.

Selain operasi intelijen di dunia maya, Pemerintah kolonial Indonesia melalui kaki tangannya, yakni elit-elit birokrat kolonial Indonesia yang dibayar dengan rupiah di Papua, terus menggalang perhatian rakyat West Papua melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat keberpihakan.

Padahal, menurut KNPB, kegiatan-kegiatan itu bermuatan politik penjajahan, yakni agar rakyat lupa diri, dan lupa pada perjuangan. “Melalui Siaran TVRI Papua, Cenderawasih Pos, bahkan melalui Siaran RRI, Indonesia sedang mengambil perhatian orang Papua agar lupa pada perjuangan Papua Merdeka yang terus merambat ke seluruh dunia,”jelas KNPB.

Sementara, Militer Indonesia di Papua sengaja menebar teror, menangkap dan membunuh pejuang Papua Merdeka agar memberi efek jerah terhadap rakyat West Papua yang hendak berjuang demi hak dan martabatnya sebagai manusia.

Juga, menurut KNPB, para intelektual Papua digiring dalam rayuan agenda-agenda kolonial Indonesia seperti Pilkada, Pileg, dan Pilpres. Karakter mereka dirusak dalam konflik-konflik Pilkada, Pileg dan lain-lain. Sementara mereka dibuat lupa bahwa para kolonial dan kapitalis global asik bertransaksi emas di PT. Freeport,

Untuk itu, melalui pembacaan situasi ini, KNPB menyampaikan agar rakyat Papua yang ada di teritori West Papua agar dapat membedakan dan menolak setiap siasat kolonialisme Indonesia. KNPB mengingatkan agar rakyat dapat percaya diri dan tidak takut pada pendiriannya, karena dunia mulai mengerti kebenaran yang diperjuangan oleh orang Papua.

“Indonesia semakin panik karena kebenaran tentang perjuangan bangsa Papua terus dipertentangkan dan didorong melalui proses-proses yang legal dan bermartabat di West Papua maupun di dunia Internasional”, demikian tulis KNPB dalam paragraf penutupnya.

sUMBER :  www.knpbnews.com