Pages

Pages

Sabtu, 28 Juni 2014

DISKUSI MAHASISWA PAPUA, MOMEN 1 JULI, HARGA MATI BOIKOT PILPRES INDONESIA

Seruan Renuangan 1 Juli 2014: (Mahasiswa Timika)
Amungsa-- Diskusi bebas yang digelar oleh Mahasiswa Papua kota Timika terkait dengan, Sejarah Perjuangan Papua yakni 1 juli 1971 adalah dimana upacara pembacaan Teks proklamasi kemerdekaan Bangsa Papua pertama di bacakan oleh Seth Jafet Rumkorem (Brigadir-Jenderal), dalam upacara dilaksanakan oleh rakyat Papua dan Tentara Pembebasan Nasional –Organisasi Papua merdeka (TPN-OPM) di Numbay Waris Victoria dekat Perbatasan PNG. hal ini disampaikan melalui seruan renungan yang dikirim ke media online ini.
 
Walaupun 4 hari lagi Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekan Jatuh pada selasa 1 juli 2014 Mahasiswa Papua di Timika merenung kembali dengan diskusi bebas dengan Thema “Renungan ….! 1 Juli 1971- sampai 2014”. 
 
Dalam seruan mereka menyatakan bagi orang papua khususnya Mahasiswa dan pelajar perlu diketahui tentang sejarah bangsa Papua, karena disekolah-sekolah tingkat SMK-SMA dan SLTP tidak pernah mengajarkan tentang sejarah Papua, maka Generesi mudah bangkit untuk belajar dan menggali sejarah perjuangan Papua yang di bumkam oleh anti demokrasi penjajah Indonesia. 
 
Dalam diskusi Mahasiswa melihat situasi Papua lagi sibuk dengan Pilpres Indonesia, maka Mahasiswa berharap jangan lupa dengan sejarah bangsa Papua, jika kita lupa maka kita tidak mengenal Jati diri kita, tutur salah satu mahasiswa dalam diskusi bebas yang digelar pada Jumat (27/06/2014).
 
“Kesempatan itu, juga mahasiswa menilai rakyat Papua sorong sampai Samarai memilih dan dipilih adalah hak-seseorang jadi, bagi orang Papua memilih Boikot Pilpres 9 juli 2014 mendatang adalah pilihan hari nurani rakyat Papua”. jadi Rakyat Papua dengan gaya-dan sikap harga mati sukseskan Boikot Pilpres  Indonesia tersebut,"uangkap mahasiswa dalam diskusi.
 
Ini renungan 1 juli 1971 bunyi teks proklamasi kemerdekaan Papua Barat" “PROKLAMASI” Kepada seluruh rakyat Papua Sekalian, dari Numbay sampai ke Merauke, dari Sorong sampai ke Balim (Pegunungan Bintang) dan dari Biak sampai ke Pulau Adi. Dengan pertolongan dan berkat Tuhan, kami memanfaatkan kesempatan hari ini untuk mengumumkan pada anda sekalian bahwa pada hari ini, 1 Juli 1971, tanah dan rakyat Papua telah diproklamasikan menjadi bebas dan merdeka (de facto dan de jure). Semoga Tuhan beserta kita, dan semoga dunia menjadi maklum, bahwa merupakan kehendak yang sejati dari rakyat Papua untuk bebas dan merdeka di tanah air mereka sendiri dengan ini telah dipenuhi. Victoria, 1 Juli 1971. Atas nama rakyat dan pemerintah Papua Barat, Seth Jafet Rumkorem
 
kemudian, situasi Papua yang kadang kabur dengan sistim Pemerintahan yang busuk dan Kapitalisme yang selama ini menguras kekayaan alam Papua, maka mahasiswa Timika mendukung dengan sikap rakyat Papua Boikot Pilres Indonesia dan berharap Indonesia Amerka Belanda Membuka Ruang Demokrasi Seluas-luasnya bagi rakyat Papua untuk menentukan Nasib Sendiri melalui Mekanisme “REFERENDUM”.
 
Dalam diskusi tersebut mahasiswa berharap rakyat Papua perlu ikut terlibat merenung kembali Perjuangan kemerdekaan, dan Selamat Merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan Papua, jatuh tempo pada 1 juli 2014 mendatang. (UN/admin)
 
SSumber :  www.umaginews.com