Pages

Pages

Minggu, 29 September 2013

KNPB : Ditangkap Itu Biasa dan Mempercepat Proses Kemerdekaan

Foto: Ilustrasi Aktivis KNPB Wilayah Timika yang ditanah di Lembaga sp 5. Kiri baju hitam Ketua KNPB Wilaya Timika Steven Itlay dan Kanan anggota KNPB Wilayah Timika Rio Yatipai.
JAYAPURA  -  Meskipun sudah dibubarkan secara paksa oleh polisi saat akan melakukan demo pada Senin (16/9), namun dalam waktu dekat ini Komite Nasional Papua Barat (KNPB) akan kembali memediasi massa untuk segera melakukan aksi demo damai.

“Sebenarnya rencana kita akan turun jalan lagi untuk lakukan aksi demo damai akan kami lakukan tanggal 18 (hari ini, red), namun karena ada satu dan lain hal maka kita tunda, tapi yang pasti dalam waktu dekat ini atau paling lambat pekan depan kita akan kembali lakukan aksi demo damai,” ujar Jubir KNPB Wim Rocky Medlama didampingi Ketua I KNPB Agus Kossay, Sekretaris KNPB Ones Pahabol dan Koordinator Aksi Demo KNPB Warpo Wetipo, ketika melakukan jumpa pers di Asrama Rusunawa, Perumnas III, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Selasa (17/9) kemarin sore.

Walaupun belum kembali melakukan aksi demo, namun menurut Wim demikian sapaan akrabnya, bahwa dengan adanya penyampaian ini, sudah merupakan surat pemberitahuan bagi pihak aparat Kepolisian Daerah (Polda) Papua.

“Entah ada ijin atau tidak ada ijin. Kami dalam hal ini rakyat Papua Barat tetap akan diakomodir oleh KNPB guna turun jalan lagi melakukan aksi demo damai,” ucapnya.
Tuntutan yang akan disampaikan dalam demo yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, menurut Wim, adalah penentuan nasib sendiri dan terkait pembubaran paksa yang dilakukan oleh polisi pada saat KNPB melakukan aksi demo damai dalam memperingati Hari Demokrasi Internasional.

“Kami pikir mau ditangkap, disiksa, ditahan dan bahkan ditembak, itu merupakan hal biasa bagi kami dan juga merupakan proses mempercepat kemerdekaan bagi Bangsa Papua Barat,” katanya.

Menurutnya, walaupun dalam aksi - aksi yang akan datang, apabila dari aparat kepolisian terus melakukan blokade maupun pembubaran paksa terhadap massa aksi demo, yakni sebagaimana yang telah dilakukan beberapa waktu lalu termasuk aksi demo di Ekspo. Tetap kami dalam hal ini KNPB akan berjuang bagi kemerdekaan Bangsa Papua Barat dan juga sebagai kelompok yang akan terus melawan NKRI.

Sementara itu ditempat yang sama, Sekretaris KNPB Ones Pahabol mengatakan bahwa pihaknya menganggap Kapolda Papua Irjend Pol. Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., maupun keberadaan NKRI di Papua itu adalah ilegal.

“Jadi, sampai kapanpun tetap kita akan terus melakukan perlawanan. Silahkan polisi dibawah pimpinan Kapolda Tito menangkap kami, silahkan untuk tembak kami, karena itu merupakan suatu konsekuensi dari perjuangan kami. Pada intinya, bahwa keberadaan Kapolda Papua dan NKRI diatas tanah ini adalah ilegal,” tukasnya. (Mir/art/l03)


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar