Pages

Pages

Rabu, 18 September 2013

Foto Aksi KNPB Manokwari

Nasa Aksi KNPB Manokwari (KNPB)
Mnukwar,  – Walau diblokade TNI/Polri, demo rakyat Papua di Mnukwar berlangsung meriah kemarin (16/9). Aksi dibawa pimpinan Ketua KNPB Wilayah Mnukwar, Alexander Nenekem mendukung Pemerintah Vanuatu, Para Pemimpin MSG untuk bicara hal penentuan nasib sendiri bagi Papua. 

Kejahatan Militer TNI bersama POLISI berusaha untuk membubarkan masa  aksi yang di mediasi oleh  komite nasional papua barat (KNPB) wilayah mnukwar,  Namun di Negosiasi antara KNPB Mnukwar  dengan Kapolres Manokwari, Ternya pihak Militer  alasan merasa keberatan dengan Dua Buah Panah yang dibawah oleh masa aksi, yang merupakan budayah jati diri Bangsa Papua Ras melanesia, dua orang tersebut dilengkapi dengan bujanah atau pakaian Tradional dan membawa Panah dan Busur sebagai alat tradisional yang tidak bisa lepaskan ketika berpakaian tradional, tetapi TNI dan POLISI tidak ada alasan untuk hadang Masa Aksi  yang di Mediasi oleh Media Nasional Rakyat Papua Atau  Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mnukwar sehingga alasan mereka ke dua buah panah busur yang dibawa oleh masa aksi.

Kronologis Dari Titik Kumpul Pohon Beringin Amban  Mnukwar
Berikut kronologi aksi : Sesuai himbahuan umum KNPB Pusat dan juga sesuai Seruan Umum KNPB Wilayah Munukwar ada Dua Titik Kumpul  yang di tentukan yaitu :1. Amban, depan pohon Beringin, :2.Jembatan Wosi Kali Dingin dan Titik  Finis: Panggung Penerangan Sanggeng, maka Pada pagi  Jam 07.00 WPB  hari senin tanggal 16 september 2013, mulai kumpul di depan pohon beringin atau Depan Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari tetapi karena hujan sempat teduh dibawa pondok jualan pinang dari mama papua dan takut mobil komando basa sehingga cari tempat aman ke amper dalam,

Pada jam 09.25 WPB hujan mulai  teduh maka masa aksi mulai star menuju kota manokwari tempat finis. Sampai di depan Gereja Efata manggoapi TNI dan polisi suda siap dengan alat perlengkapan perang yaitu.
1.truk polisi bersama personil
2.teng (barak kuda) yang dilengkapi senjata bersama personil
3.mobil polantas bersama personil
4.truk milik angkatan darat (AD) bersama personil
3.truk milik angkatan laut (AL) bersama personil personil dari
4.provos. lengkap dengan alat perang
5. Kendaraan lain seperti Motor, Mobl dan Strada yang di pakai oleh TNI,Polisi dan Intel Tidak dapat di hitung,

Karena TNI-POLRI  tidak alasan lain untuk mengadang kami  KNPB bersama masa aksi rakyat, maka  mereka Berkata ,Mengapa kalian bawa senjata dua itu harus simpan baru kamu bisa lewat, maksub mereka senjata adalah panah dan Busur yang dibawa oleh masa aksi rakayat papua barat namun pihak TNI dan POLISI memperjemahkan dengan kata Senjatah. Sebenenar panah dan busur merupakan alat tradisional papua yang tidak bisa dilepaskan Jika berpakaian tradisional, negosiasi antara Kapolres dengan Ketua KNPB wilayah Mnukwar Alexander Nekenem selama sekitar  ampir  2  (Dua) jam lebih. Pihak kepolisian mengatakan ketika kalian amankan alat-alat tajam dan panah dan busur dua buah yang dibawa oleh masa,maka terpaksa Ketua KNPB arahkan  kepada militant/ keamanan KNPB untuk periksa masa aksi  jangan sampai ada yang membaw alat tajam hal ini untuk menjakinkan pihak TNI dan polisi atas kecurigaan mereka, maka Militan KNPB periksa setiap masa aksi hasilnya tidak ada satupun masa yang membawa alat tajam yang ada hanya dua buah busur dengan pana-pana yang di bawa oleh 2 (dua) orang yang berpakaian tradisional itu merupakan sesuai budaya papua. 2 dua buah panah tersebut putri militan KNPB menyerahkan kepada pihak kepolisian melalui RESKRIM Kapolres manokwari lalui di serahkan ke kapolres manokwari,Sekitar  jam 10.40 WPB, 2 (dua) pemuda beriasan/ berpakaian tradisional ini merasa ganjil kalau berpakaian tradisioanal tapi tidak ada panah dan busur sehingga tempat kejadian itu juga mereka 2 (Dua) Ganti pakaian tradisional yang mereka 2 pakai itu dengan celana dan berbadan kosong setelah selesai dari kejadian tempat adang masa menuju ke Panggung Penerangan Sanggeng.

II. Kronologis dari Jembatan Wosi Kali Dingin Mnukwar.
Pada  jam 08.00 WPB, Anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mnukwar  menuju ke Titik Kumpul Wosi Jembatan Kali Dingin dari Amban dengan Tujuan kordinir Masa Rakyat  dari Arah Wosi,Rendani,Sowi,Arfai,Andai Dan Sekitarnya, Ternya TNI/ POLIRI sudah sebelumnya dari pagi sudah datang siaga, Namun begitu mereka  anggota (KNPB) sampai dan sementara  sedang Orasi-Orasi Politik,  diantara Militan KNPB satu berpakaian Baju Army Indonesia, Maka mendekatlah pihak  militer provos berpakaian Army lengkap disuru buka baju Army Indonesia, Maka dia Buka depan TNI/POLRI dan masa rakyat  dan diserakan langsung ke pihak Militer Indonesia tersebut dan meraka  Sedang dalam orasi, Pihak Kepolisian  katakan hari ini kami tidak di Ijinkan KNPB bersama Rakyat turun aksi, Maka jawab anggota KNPB :Kami Turun jalan atau aksi sesuai agenda Nasional dari pusat maka kami tetap turun jalan.

Sekitar Jam 10.00.WPB Mulai star Jalan dari wosi tetapi  diadang dan POLISI dan TNI katakana,  Masa dari Amban tidak Turun jadi Kalian semua Naik ke Truk Milik  POLISI untuk diantar ke satu titik agar kamu  gabung dengan masa dari Amban, Tetapi Rakyat bersama KNPB berkata kami tolak dengan alasan, Kami tidak mau di fasilitasi dari pihak Kepolisian kemudia Masa Rakyat dan anggota KNPB Palang satu belakos dan menuju ke satu Titik yaitu masa dari amban.

Tibah di titik finis yaitu Panggung Penerangan Sanggeng pada jam 12,30 WPB.Setibanya masa aksi di Titik Finis Kejahatan NKRI melalui TNI/POLRI memberikan kami  tekanan dengan waktu untuk ibadah maupun orasi-orasi politik Selama  Waktu 30 (Tiga puluh Menit)  Dan ibadah bersama dan orasi-orasi politik dari Parlemen Rakyat Daerah (PRD), Toko Gereja dan dari KNPB, karena waktu dan ada tekanan maka tidak menjalani acara secara Menyeluruh yang sesuai pengacara di siapkan seperti: Pers dengan Wartawan, Tidak isi Formulir PETITION  dan tidak membacakan Stekmen Politik.

Oleh karena itu kami Rakyat Bangsa Papua  Menuntut kepada pihak dunia internasional bahwa :
1.Kami Menuntut kepada PBB Agar mendesak indonesia segerah membuka ruang demokrasi bagi Kami Rakyat Pribumi West Papua yang seluas-luasnya.
2.Kami Menuntut kepada PBB Agar Mendesak Indonesia segera Menarik pasukan Organik dan Non-Organik di atas  seluruh Tanah Papua.

BADAN PENGURUS WILAYAH
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT
MNUKWAR


ALEXANDER NEKENEM
KETUA

MELKIAS BEANAL
SEKRETARIS

PENANGGUNG JAWAB
PARLEMEN RAKYAT DAERAH
MNUKWAR


FREDRIK RUMANDER
KETUA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar