Pages

Pages

Selasa, 20 Agustus 2013

PEMBAGIAN SEMBAKO PENGOBATAN MASAL SERTA BAKAR BATU BERSAMA - SAMA MASYARAKAT MEMPERCEPAT PEMUSNAHAN ORANG PAPUA

Korban Kekerasan TNI,POLRI RI di Papua
 By Ones N Suhuniap

Orang Papua sebagai suatu bangsa yang besar dan Tuhan tempatkan diatas pulau yang ini mulai kehilangan yati dirinya sebagai manusia yang utuh dan mempunyai harga diri sama seperti bangsa lain di muka bumi ini mulai hilang. Secara sistematis kepunahan manusia dan kepunahan status kebangasaan secara perlahan dan sitematis mulai nyata. Kehancuran teradisi dan adat budaya juga mulai terasa dimana-mana. 

Orang papua kehilangan harga dirinya, hal terjadi karena dipengaruhi oleh simtem dan kehidupan orang melayu diatas tanah ini menghancurkan terdisi dan nilai budaya melalui berbagai program yang diterapkan oleh Pemerintah Bertujuan menghancukan yati diri bangsa Papua barat. Hal ini mulai terlihat jelas degan cara hidup moderen yang semakin kencang diantaranya, cara perpakial alah dan seperti orang melayu cara ade kita terus terbawa oleh kehidupan orang melayu, cara berpakian cara berkaul, cara makan dan sitem kekerabatan dan kekeluargan samap degan didalam rumah tangga mulai hancur.

Beberapa program yang menghancurkan nilai budaya dan tradisi serta adat isti adat Bangsa Papua Barat, bakan pembunuhan manusia Papua yang saat ini dijalan oleh Polda Papua dan Pangdam antara lain:

1. Pengobatan Masal Secara Gerati atau Pembunuhan Masal Secara Sitemmatis ?
 
Pengobatan geratis yang dicanangkan selama beberapa tahun terakhir ini oleh, Pemerintah Melalui TNI /POLRI adalah salah satu cara atau sistem baru yang diterapkan untuk memusnakan Manusia Papua, yang efektif dan ampu berjalan secara rapi sampai dengan detik ini. Kadang kita tidak sadar bahwa pengobatan masal secara geratis merupakan senjata ampu untuk membunuh manusia Papua di tanah ini. Pengobatan Geratis ini sering dilakukan di berbagai tempat, hari-hari besar orang Papua dan Hari bersejarah bangsa Indonesia . Pengobatan masal ini dilakukan di asrama-asrama di linggugan masyarakat baik di kampung-kampung dan di kota, pada umumya dan yang lebih dominan dan sering dilakukan ditempat tinggal masyarakat asli Papua lebih khusus di linggungan atau tempat tinggal masyarakat gunung.

Pengobatan masal secara geratis di masyarakat ini perlu diwaspadai oleh kita semua karena saya secara pribadi menghawatirkan bahwa, jangan sampaai hal ini salah satu cara sitematis untuk membunuh masyarakat Paua. Mengapa saya katakan demikian ? ada beberapa hal yang membuat saya curiga dan bertanya – tanya tentang pengobatan geratis yang dilakukan oleh Polda Papua dan Pangdam cendrawasih.

Pertama pengobatan masal tersebut tidak membawa perubahan terhadap penyakit-penyakit masyarkat yang selama ini sering dikenal seperti Malaria yang sangat dominan dan merupakan menjadi penyakit yang ada di masyarakat umum dan penyakit lainya dan penyakit seperti ini sudah lama ada di kalangan masyarakat Papua tapi, pemerintah tidak mampu mengatasi Malaris dan penyakit seperti ini walapun sering kami lihat pengobatan-pengobatan masal dimana-mana, dan pengobatan masal bukanya mengurangi penyakit yang ada di papua namun yustru menambah penyakait, serta membahwa angka kematian sangat tinggi. Maka pertanyaan kami adalah pengobatan masal untuk mengatasi atau menambah kematian.

Yang Kedua adalah pengobatan geratis hanya mendatangkan penyakit,penyakit baru bagi masyarakat Papua, sebab satu hal jadi pertanyaan adalah mengapa di Papua angka HIV /ADS sangat tinggi ? darimana penyakit HIV ini datang sampai orang meninggal dan jumlah orang penderita penyakit ini angkanya lebih tinggi di papua? Jika kita simak dan teliti secara seksama bahwa, di Papua tidak pernah ada tempat lokalisasi seperti di pulau jawa, dan juga kami tidak pernah jumpai perempuan PSK di jalan atau di tempat umum pada malam hari di Papua tetapi angka HIV sangat tinggi di Papua, apakah orang Papua melakukan hubugan seks bebas? Apakah penyakit ini penyakit turunan orang Papua.

Apakah orang Papua dulu mengenal dengan seks bebas? Jika hal ini bukan tradisi dan bukan kebiasan orang Papua berarti kita bisa katakan dan bisa mencurigai bahwa, jangan sampai pengobatan masal salah satu cara untuk menyebarkan Penyakit HIV /AIDS melalui pengobatan gerati karena belum tentu jarum cuntik yang dipakai dalam pengobatan geratis sudah disteril, dan kita bisa katakan bahwa teranfusi darah melalui pengobatan geratis juga perlu dipertanyakan .

Yang ketiga pengobatan geratis ini cara efektif membunuh manusia Papua karena angka kematian dipapua sangat tnggi, dibandingkan angkah kelahiran, gisi buruk masih dirasakan orang Papua, setiap orang papua masuk rumah sakit tidak pernah disembukan atau selamat namun, yang terjadi keluar dari rumah sakit pasti jadi mayat, setip hari ambulans bunyi di jalan ternaya mayat yang lewat, angka kematian sangat tinggi satu hari 1-5 orang Papua yang meninggal dunia dan duka dimana mana di linggungan masyarkat Papua.

Maka kami bisa katakan bahwa Pengobatan masal bukan membawa solusi atau menyelamatkan nyawa manusia Papua tapi membawa malapetaka bagi bangsa Papua. Perlu kita waspada sama-sama dan kewajiban kita untuk menyampaikan informasi seperti ini kepada masyarakat adalah sangat penting untuk kita jaga bersama.

Satu hal yang kita harus sadar bahwa jagan sampai pengobatan geratis dilakukan dengan menggunakan Obat-obat yang sudah kadar luarsa atau obat yang tdak dipaki karena masa berlaku sudah habis ? oleh sebab itu kita sama-sama waspada sampaikan kepada keluarga dan masyarakat papua bahwa jangan ikut pengobatan geratis.

2. Pembagian Sembako atau Ini Pembunuhan Sistematis Dengan targetan Jangkah Waktu Tertentu Orang Papua Akan Mati ?
 
Pembagian sembako gertis yang dicanangkan oleh Polda Papua dan pangdam cendrawasi perlu dipertanyakan ada apa dibalik semua cara yang dilakukan ini apakah ini salah satu bagian dari pendekatan persuasif untuk membunuh atau merendam isu papua merdeka di masyarakat atau ini cara atau metode baru yang efektif membunuh manusia papua ?

Pembagian sembako merupakan salah satu sitem pemiskinan dan pembodohan bahkan juga salah satu sistem yang diciptakan untuk orang Papua hidup dalam ketergantungan dan dibuat untuk orang Papua pemalas kerja, ini pola –pola baru yang diciptakan oleh pemerintah pada umumya dan lebih khusus Polda papua saat ini menjadi kepala Dinas sosial lalu membagikan sembako di masyarakat, di Asrama –Asrama , dan di Gereja-gereja.

Hal ini sangat memperihatinkan karen degan situasi sepeti ini orang asli Papua dulunya hidup dan maka dengan hasil keringat sendiri melalui berkebun mencari ikan atau nelayan dan piara Babi kini orang Papua malas kerja kebun, malas pergi cari ikan, dan bergeliaran di dalam kota main kartu atau judi, seperti yang terjadi di pasar mama-mama papua kota jayapura, dimana Bapa-bapa main judi, pasang –pasang togel, jadi tukang mabuk dan bawa proposal serta juru Parkir didepan Tokoh besar dan lain-lain.

Salah satu hal yang menarik dan jadi pertanyaan besar untuk kita tanyakan kepada kita masing-masing adalah pemrintah indonesia sudah lama berkuasa di Papua selama 51 tahun lebih namun kesejahtran masyarakat papua pembagunan SDM pembagunan dalam bidang kesehatan belum ada perubahan sejak dulu sampai sekarang.

Bahkan ada salah satu pertanyaan yang selalu saya bertanya-tanya dalam hati adalah sejak dulu indonesia ada di papua tidak pernah melakukan pembagian sembako secara geratis namun kenapa ada pembagian sembako secara geratis di masyarakat ? Apa yang membuat Polda Papua dan Pangdam menjadi kepala dinas Sosial dan baik hati seperti ini dan melakukan pembagian sembako kepada masyarakat saat ini?

Jangan sampai hal ini juga salah satu cara untuk membunuh manusia Papua atau hal ini dilakukan karena pemerintah takut dengan isu Penentuan Nasib Sendiri atau Referendum di Papua selama ini dituntut oleh orang Papua, sehingga pembagian sembako ini salah satu cara mengambil hati rakyat Papua supaya suatu saat nanti jika terjadi Referendum di Papua berarti mereka bisa menang ?

Yang perlu kita waspada dan menjadi kekawatiran saya segaligus kecuriagaan adalah pembagian sembako merupakan cara baru atau senjata efektif dan ampu untuk membunuh manusia Papua, artinya sembako yang dibagikan tersebut jangan-jangan makanan yang sudah kadar luarsa atau bisa juga ada racun tertentu supaya manusia Papua menkonsumsi makanan atau sembako tersebut lama kelamahan atau dalam jangka waktu tertentu diprediksikan orang Papua akan Punah dari Tanah Ini.

Maksud saya disini adalah jagan sampai degan mengkonsumsi sembako pembagian tersebut suatu saat akan orang Papua akan mati ! oleh sebab itu kepada masyarakat umum dan seluruh pemerhati nilai kemanusiaan perlu mengawasih semua program pemerintah yang mencurigakan di Papua.

3. Bakar Bersama
 
Bakar batu bersama juga salah satu bagian yang perlu dipertanyakan apakah ini benar-benar bagian program kerja pemerintah untuk mensejatrakan itu atau hanya untuk mengambil hati masyarkata supaya tidak bicara Papua merdeka atau salah satu cara menghancurkan budaya dan tradisi bakar batu tersebut?

Bakar batu adalah salah satu teradisi orang sejak nenekmoyang lakukan dan hal ini merupakan salah satu hal yang sakral bagi orang Papua karena, bakar batu atau sering orang pesisir Papua penah sebut dengan barapen, dulu sebelum kita lahir atau waktu jaman nenekmoyang kita malakukan bakar batu atau barapen tidak sembarang seperti Polda Papua lakukan saat ini, tetapi bakar batu dulu dilakukan dengan atuaran atau mengadakan bakar batu pada saat momen-momen tertentu, dan mau melakukan bakar batu ada aturan tradisi turun temurun oleh nenekmoyang orang Papua.

Cara bakar batu dulu beda degan bakar batu sekarang ini jauh berbeda, terlebih kami orang Yali mengadakan acara bakar batu tidak sembarang, teradisi bakar batu bagi suku Yali adalah pertama bakar batu dilakukan sebagai Pesta babi dalam setiap tahun atau bisa disebut degan pesta tahunan setiap bulan ke 12, jadi selama satu tahun biasaya kepalah suku melarang masyarakat bunuh babi dan masak, atau keluarkan babi dari kampung ke kampung lain, jika ada yang melakukan berarti di bajar denda. 

Ada pulah bakar batu dilakukan dalam acara resmi seperti peresmian Rumah ibadah atau sekarang dilakukan peresemian gereja, Pernikahan pesta adat acara tertenu lainya dan semua dilakukan melalui atuaran yang ditetapkan di sustu kampung atau desa tersebut bukan melakukan bakar batu sembarang.

Degan demikian satu pertanyaan yang muncul bagi saya adalah program bakar batu dan makan bersama masyarakat oleh Polda Papua merupakan salah satu cara Pembunuhan tardisi atau budaya orang Papua itu sendiri. Dan ini juga salah satu cara yang diciptakan dilinggugan masyarakat supaya masyarakat hidup keterkantungtan dengan pemerintah atau Polda Papua, supaya orang Papua lupa bikin kebun, Lupa piara babi dan Lupa rumah karena pada saat tertentu ada kegiatan mayarakat atau acara umum pasti pemerinha dalam hal ini polisi beli babi kasih makan masyarakat.

Babi yang dibeli oleh Polda Papua dan bakar batu bersama dengan masyarakat tersebut perlu dipertanyakan darimana babi-babi tersebut, apakah babi tersebut sehat ? jangan sampai babi-babi yang dikasih makan oleh Polisi melalui acara bakar batu bersama tersebut ada maksud dan tujuanya tujuan tertentu. Misalanya ini babi yang disipakan degan tujuan tertentu atau pembunuhan secara sistemati, jika masyarakat makan daging babi tersebut, dalam jangka waktu tertentu orang asli Papua akan mati secara perlahan?

Hal ini perlu kita waspada perhatikan bersama, dan kini lebih mengherankan lagi dulunya orang Papua punya terdisi dan budaya bakar batu tetapi sekarang bukan lagi orang Papua tetapi orang pendatang yang bakar batu lalu kasih makan orang Papua, ini sagat lucu dan memprihatinkan masa depan bangsa Papua dimana adat isti adat dan budanya serta teradisi orang Papua dihancurkan secara sitematis maka orang Papua maka suatu saat orang Papua akan kehilangan harga dirinya sebagai suatu bangasa.

4. Keluarga Berencana (KB) atau Keluarga Beracun?
 
Keluarga berencana adalah salah satu cara membunuhan secara sistematis perkembagan manusia Papua, keluarga berencana tidak layak diterapkan di Papua Barat, karena jumlah penduduk asli papua pemilik tanah, Sorong sampai Merauke tidak seperti jumlah penduduk di pulau jawa, namun pemerintah menerapkan sistem KB di Papua . Pada ahal tempat yang lajak menerapkan KB seperti di pulau jawa tidak diperlakukan namun hanya diterapkan di provinsi Papua. Maka hal cara yang efektif untuk mempercepat pemusnahan Ras Melanesia di Papua.

Keluarga berencana sebenarnya lebih layak diterpkan di pulau jawa karena banyak manusia yang tidur dibawa kolong jembatan, bayak bayai yang baru lahir selalu dibuang diitempat samapah, banyak pengemis di tempat-tempat umum seperti stasiun kereta terminal dan ada yang tidur beralaskan karton dibawa kolong jembatan dan dibawa jalan tol dan lain –lain .

Maka sitem KB selayaknya diterapkan di pulau jawa bukan di Papua. Tetapi apa boleh buat tujuan pemerintah menerapkan KB dipapau supaya Indeks pertumbuhan dan perkembangan manusia Papua cepat berkurang, supaya dalam waktu sudah ditargetkan orang Papua Akan Punah supaya Pulau ini akan dikuasai oleh Orang Jawa. Sehingga mereka menguasai wilayah ini dengan cara pemekaran Kabupaten dan Provinsi di Papua seperti jamur yang tumbuh di musim hujan, sehingga lebih cepat bisa mendatangkan transimigasi di kabupaten pemekaran tersebut.

5. Minuman keras dan HIV/ADS 
 
Minuman keras dan HIV juga salah satu sistem yang diatur sedemikian rupa supaya orang papua mati dengan minuman keras dan HIV, dulu sebelum kami lahir bakan orang tua kami tidak pernah mengenal namaya minuman keras, orang Papua belum pernah mengenal degan Seks bebas, namun kini tatanan dan budaya serta norma-norma kehidupan orang Papua sudah hancur.

Banyak manusia Papua mati karena HIV dan Miras. Yang membut minuman orang pendatang yang jual minuman keras orang pendatang, yang memiliki Bar-bar orang pendatang, yang mendapatkan keutungan orang pendatang.sedangkan orang papua menjadi konsumen yang handal menjadi pemasok uang dan pada akhirnya manusia Papua mati.

Papua nasib masa depanmu kian mencekam dulu negeri penuh degan madu dan susu kini air susu ibu sudah kering madu –madu yang selalu memberikan keseyukan kini sudah punah. Orang papua menadi minioritas dan dimarginalisasi, pemerintah tidak pernah berfikir dan memperhatikan secara serius terhadap indeks Pembagunan Manusia Papua.

Tapi pemerintah sering mengkampanyekan Pembagunan dan Kesejahtraan, tapi satu pertanyaan besar bagi saya adalah : Pembagunan untuk siapa? Kesejahtraan untuk siapa? Pemekaran untuk Siapa?
Dan Inspratruktur untuk Siapa? Karena pembagunan manusia tidak dipikirkan namun hanya Pemerintah memikirkan dan menkampanyekan pembaguanan secar fisik .

Apakah pembagunan pembagunan di Papua adalah Ruko-ruko di pinkir jalan di kota ini yang pemerintah sebutkan pembagunan ? Toko-tokoh dan Mal-mal besar dalam kota ini disebutkan pembagunan kemajuan dan kesejahteraan ? Kalo begitu ruko-ruko dan tokoh-toko di pinggir kota itu milik siapa? Milik orang Papua atau Orang Pendatang?

Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur Lukas Enembe Segera sadar dan hentikan Kampanye Kesejahtran yang selama ini dicanangkan, karena Barometer Pembagunan Tidak sempat sasaran bahkan subyek dari pada pembagunan dan kesejahtraan yang di bicarakan media masa oleh Gubernur sebenarnya hanya pembohongan publik, dan kampanye kesejahtran adalah salah satu proses mempercepat Pemusnahan manusia di papua.

Saran saya kepada bapa Gubernur Yang terhormat Lukas Enembe anda harus sadar dan memahami penyebab dan akar persoalan di Papua bahwa, persoalan Papua bukan persoalan Kesejahtraan Namun persoalan Politik oleh sebab itu bapak Gubernur lebih baik berhenti kampanye tentang kesejahteraan di Papua karena hanya buang-buang biaya atau memboroskan uang negara, Gubernur harus sadar bahwa anda takan pernah mensejahtrakan orang Papua selama sitem dan pemerintah Indonesia ada di papua. Oleh sebab itu saran dan solusi untuk Gubernur sebagai Berikut :

1. Lukas Enembe Secara Jentelmen sampaikan kepada Persiden Rebuplik Indonesia H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa Rakyat Papua Ingin menetukan Nasib Sendiri melalui referendum dari pada Memboroaskan anggaran negara dan Bikin pusing NKRI.

2. Gubernur Lukas Enembe Ingin mensejahterakan orang Papua berarti saran saya lebih baik kita merdeka dulu baru bapak Lukas bisa jadi Gubernur di alam kemerdekaan lalu memikirkan kesejahtraan orang Papua, lebih baik dari pada anda pusing dan suatu saat nanti anda akan dibunuh oleh NKRI Seperti Guberner Yang lalu Bapak Drs.Yap Salosa

3. Persoalan Papua Takan pernah Berakhir dan akan diselesaikan dengan kesejahtraan tetapi menyelesaikan persoalan papua Hanya Melalui Refendum.

Demikian saran saya semoga sebuah catatan yang tak sempurnah ini bisa bermanfaat bagi kawan –kawan dan lebih khusus Untuk Bapak Gubernur Likas Enembe Bisa memahami persoalan yang terjadi di masyakat dan bisa bermanfaat.





Ones N Suhuniap Adalah   Aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sekjen