Pages

Pages

Jumat, 28 Juni 2013

Polda Papua dan Komnas HAM Diminta Tinjau Kasus Mako Tabuni


Musa Mako Tabuni. Foto:
indonesiarayanews.com
Jayapura -- Juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Wim Rocky Medlamamenuntut Polda Papua dan Komnas HAM untuk bertanggungjawab atas penembakan Mako Tabuni satu tahun lalu di Perumnas III Waena, Jayapura, Papua. 

Hal itu dikatakan Wim pada Jumpa Pers hari ini, Jumat, (14/06/13) di Caffe Prima Garden. Jumpa pers ditemaniKoordinator Diplomasi KNPB Pusat, Warpo Wetipo; Ketua 1 KNPB Pusat, Agus Kossay; dan Sekretaris Aliansi Mahasiswa Papua Kota Bandung, Wenas Kobogau. 

Mereka menilai, penembakan Mako Tabuni tidak melalui prosedur hukum yang jelas. Dan, sampai sekarang, penanganan hukum terhadap kasus itu tidak jelas.

"Kami meminta Polda untuk segera menangkap pelaku penembakan Mako Tabuni, Ketua 1 KNPB Pusat. Kasus itu sampai detik ini masih simpang siur," kata Medlama.

"Kami berharap Polda Papua harus menindak tegas pelaku penembakan Mako Tabuni," lanjut Wim.
Wim juga memita agar segera tinjau kembali alasannya. Mengapa Ketua I KNPB, Mako Tabuni ditembak.
Sementara itu, Agus Kossay menilai, aparat Indonesia telah menunjukkan diri kurang profesional dalam menyelesaikan masalah. 

Menurutnya, Mako tidak seharusnya ditembak mati. "Ia ditembak dengan 6 peluru sekaligus dari jarak yang dekat. Itu pelanggaran HAM," kata Kossay. 

"Stop melakukan pengejaran terhadap aktivis Papua dan melakukan teror, karena perjuangan rakyat Papua ini murni atas dasar sejarah. Kami meminta pembuktian kasus Mako Tabuni secara jelas dan cepat, jangan Polda anggap sepele," katanya. 


Mereka juga meminta Komnas HAM melakukan investigasi atas pembunuhan Mako Tabuni, karena tidak ada kabar yang pasti. Begitu dibunuh lalu didiamkan. Komnas dan Polda Papua, kata mereka, seperti menutup mata atas realita yang terjadi. (MS)