Pages

Pages

Kamis, 28 Februari 2013

Sekjen TPN-OPM: Kami Tidak Akan Menyerah

http://www.karobanews.com
Jayapura - Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) pimpinan Panglima Jenderal Gen Goliath Tabuni tidak berkepentingan dengan uang, jabatan, atau apa pun. TPN-OPM akan terus berjuang dan tidak akan menyerah sebelum meraih kemerdekaan.
“Kami ingin merdeka penuh,” Sekjen TPN-OPM, Jenderal Anton Lego Obet Tabuni ketika dihubungi wartawan Suara Pembaruan lewat telepon dari Jayapura, Rabu (27/2).
Dalam wawancara singkat tersebut, dia mengaku bahwa dirinya, Jenderal  Gen Goliath Tabuni, dan pengikutnya, merupakan orang-orang yang paling dicari saat ini.
Ketika ditanya tentang aparat Polri-TNI yang terus memburu kelompoknya, Anton menyatakan,”Kami tahu itu. Kami tidak akan menyerah dan tidak akan mundur sedikit pun untuk mempertahankan ideologi kami. Ini tidak main-main,” tegasnya. Bahkan, dia mengklaim Papua Barat sudah merdeka sejak 1 Juli 2006.
Saat ditanya latar belakang penembakan pekan lalu terkait pilkada, seperti yang disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian, Anton membantahnya. “Ini menunjukkan karakter kami, kepribadian kami. Dan kami bukan cari pangkat, jabatan. Tuduhan itu tidak akurat,” katanya.
Kondusif
Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan, personel Polri dan TNI telah menambah pengamanan di wilayah Sinak dan Tingginambut, pascapenyerangan kelompok sipil bersenjata yang menewaskan delapan prajurit TNI dan empat warga sipil. Hal itu dikemukakannya seusai pelantikan Brigadir Dalmas di Lapangan SPN,  Selasa (26/2) pagi.
 
Dikatakan, eskalasi gangguan keamanan bisa juga terjadi di Kabupaten Puncak, setelah Sinak dan Tingginambut. Untuk mengantisipasi hal itu, jumlah personel Brimob dan TNI akan diperbanyak di semua sisi, mengingat proses pilkada yang masih berjalan di Kabupaten Puncak.
 
 “Saya tidak akan menarik anggota pasukan di Iiaga, Kabupaten Puncak,  demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Saat ini kondisi terbilang kondusif,” ujanya.
 
Berdasarkan analisisnya, penembakan yang terjadi di Sinak dan Tingginambut bisa saja merupakan ulah pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bertarung dalam pilkada di Kabupaten Puncak. “Penembakan yang terjadi di Tingginambut dan Sinak bukan bersumber pada persoalan Papua Merdeka, melainkan dari sisi lain,” tegasnya.