Pages

Pages

Kamis, 21 Februari 2013

Pembela Ham Papua, Tolak dan kutuk kekerasan di Papua

Foto : Kekerasan Polisi NKRI terhadap orang Papua
PAPUA-- Pembela Hak Asasi Manusia (Ham) Direktur Babtis Voice Papua  Matius Murib Menyatakan Siklus kekerasan dan penyiksaan di tanah Papua terus berputar dengan lancar; Selama 01 Januari hingga 21 Pebruari 2013. sudah sekitar 16 orang menjadi korban sia-sia. 

Data yang di terima pada Kamis (21/02) www.malanesia.com, melalui jaringan sosial, Facebook.com, pelaku di dominasi orang tak dikenal, ada juga orang sipil dan TNI/Polri. Motif umumnya Status  politik. 

Terakhir penyiksaan 07 orang warga saat interogasi di tempat tahanan Polisi di Polres  oleh Polisi,  diantaranya yakni, Dago Kobay (30) dan Arsel Kobak  (23) yang menumpangi seorang sopir yang bernama Eneko Pahabol (23) yang juga salah satu Pemain sepakbola Akademi Emsyk Uni Papua, mereka ditangkap oleh Polisi Satuan Polres Kabupaten Jayapura. Penangkapan terjadi dari pertengaan jalan antara Kampung Maribu Tua dan Depapre sama jarak 30-30 meter dari tempat kejadian insiden tersebut di Distrik Sentani Barat, 15 Februari 2013 lalu.

 Dari fakta darurat kekerasan yang demikian di Papua, kami pastikan negara melalui Polda Papua gagal melindungi hak hidup warga negaranya di tanah Papua. Semua pihak yang berbudaya dan beragama wajib mengutuk keras kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan paksa yang terus berlanjut di tanah Papua.

Matius Murib,
Pembela HAM, direktur Baptis voice Papua
Sumber :  http://www.malanesia.com/2013/02/pembela-ham-papua-tolak-dan-kutuk.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+malanesia%2FHMnf+%28MALANESIA-POS%29