Pages

Pages

Minggu, 13 Januari 2013

Pernyataan Sikap West Papua oleh Sam Nawipa di Malang jawa timur


Samuel Nawipa:Selamat Tinggal Tahun Lama 2012,Selamat Datang Tahun Baru 2013,
Malang-Seorang mahasiswa asal Paniai,papua barat yang kini sedang mengeyam ilmu dikota bogor,jawabarat, Samuel Nawipa, mengatakan saya bersyukur kepada Tuhan karena telah lalui tahun lama 2012 dengan keadaan baik,walaupun banyak tantangan yang dapat mengancam langka kehidupan saya selama dua belas (12) bulan silam ini,tapi semuanya telah saya hadapi dengan penuh kesabaran,oleh karena itu saya sambut tahun baru 2013 dengan penuh sukacita sekaligus membuka lembaran baru dalam buku kehidupan,demikian dikatakan oleh Samuel melalui layar video yang sempat direkan oleh wartawan (liputanpapua) ketika berada bersama-sama dikamar nomor 25 penghinapan milik pemertintah Diklat koperasi dan Umkm provinsi jawa timur,yang saat itu disewa oleh panitia Natal Ipmanapandodei sejawa & bali tahun 2012 yang dilaksanakan dikota Malang, (30/12:2012)

Samuel yang juga adalah mahasisiwa active di universitas Pakuan Bogor Fakultas Teknik, itu mengajak semua manusia (rambut panjang maupun rambut kriting) mari kita masuk ke iklim baru ditahun baru dengan penuh semangat,tinggalkan semua persoalan yang sudah terjadi dalam pribadi dalam keluarga maupun masalah terjadi lingkungan masyarakat,yang baik atau bernilai positif mari kita bawa masuk ke tahun baru 2013, yang tidak baik atau hal-hal negative kita tinggalkan dengan Tahun lama 2012 ini,Samuel singgung masalah papua dan Jakarta yang tidak kunjung selesai yang sudah menelan 51Tahun dan didalamnya manusia papua ikut korban akibat tindakan-tindakan brutal yang dilakukan oleh tentara dan polisii klonial Indonesia terhadap orang papua demi mempertahankan tanah papua dipangkuan ibu pertiwi,

Oleh karena itu,lanjut Samuel,kami orang papua tanpa terkecuali menolak segala bentuk kebijakan Negara klonial indonesia di tanah ditanah papua yang terkesan memaksakan seperti otonomi khusus,orang papua tidak pernah mengemis otsus dijakarta,otsus diberlakukan diwilayah papua hanya karena tuntutan papua merdeka,jadi Negara klonial Indonesia segera hentikan kebijakan yang notabenenya untuk menggantikan keinginan orang papua yang keluar dari tangan kekerasan ibu pertiwi alias papua merdeka dari Negara klonial Indonesia,lanjut samuel,Unit percepatan pembangunan papua dan papua barat (UP4B) itupun kebijakan alternative setelah orang papua menyatakan otonomi khusus (otsus) gagal total dari tanah papua karena jakarta tidak sahkan beberapa pasal dalam undang-undang otsus yang mengatur tentang hak-hak orang asli papua yang tertuang dalam PERDASI & PERDASUS,katanya.

Lebih jauh Samuel jelaskan,otsus gagal total konteks politik dipapua bukan karena pemerintah provinsi papua belum sejahterakan rakyat papua melalui dana otsus tapi hanya karena pemerintah pusat tidak akui perdasi & perdasus yang didalamnya mengatur masalah hak-hak politik,hak-hak budaya dan lambang Negara dll, selain itu juga Samuel meminta,pemerintah Indonesia segera tarik militer oranik maupun nonorganik dari tanah papua karena kehadiran militer di tanah papua tidak menjalankan tugas yang sebenarnya,tentara dan polisi yang ditugaskan ditanah papua bukannya melindungi dan mengayom masyarakat tapi malah menakut-nakuti orang papua dengan alat Negara bahkan ketika rakyat papua dan para aktifis demo untuk sampaikan aspirasi kepada wakil rakyat (legislatif) saja demonstrasi (bebas expressy) yang dijamin oleh undang-undang saja dianggap itu kegiatan makar lalu ditangkap paksa,dipenjarakan,disiksa sampai ditembak mati dan juga orang papua yang berjuang kemerdekaan papua dilapangan terbuka maupun di hutan-hutan dianggap teroris pada hal perjuangan rakyat papua untuk merdeka dari klonial Indonesia adalah suci dan murni yang dijamin penuh oleh undang-undang yang berlaku di Negara klonial Indonesia,jadi tentara dan polisi yang bertugas di tanah papua telah menyeleweng dari tugas dan fungsi yang sebenarnya dan terkesan melanggar nilai-nilai demokrasi serta hukum yang berlaku di negara klonial indonesia,akibat tindakan-tindakan militer secara brutal dan tidak manusia yang dilancarkan oleh anjing-anjing sby terhdap orang papua dapat mencoreng wajah Negara klonial Indonesia dimata Negara-Negara internasional termasuk Perserikatan bangsa-bangsa (PBB), jadi Samuel harapkan,tentara dan polisi terutama yang cari makan di papua bias menjalankan tugas yang sebenarnya sesuai dengan amanat Negara bukan merusak keutuhan NKRI dengan membunuh manusia papua,

Selain ditas,hal lain yang disampaikan oleh Samuel lewat layar video adalah,pemerintah pusata segera hentikan system genosida yang nyata dan terselubun yang dijalankan melalui berbagai cara lewat penyakit menular dan tidak menular lewat jarum suntik ,pengiriman manusia yang sudah terinveksi penyakit ke tanah papua,drop makanan dan minuman kadarluarsa ditanah papua,obat-batan yang membuat kemandulan yang label tersendiri yang dikirim dari jawa ke papua melalui rumah sakit dll,akhirnya Samuel meminta kepada pemerintah klonial Indonesia dijakarta segera mengakui kemerdekaan papua yang pernah deklarasikan diholandia kini jayapura sekitar tatuhn 196oan,kami orang papua tidak meminta kesejahteraan,bukan juga pembangunan,kami akar rumput orang meminta pengakuan kemerdekaan penuh,merdeka toyal dari tangan jajahan dan dari tangan penindasan,pemerkosan,pembunuhan,kami tidak mau bersama Negara klonail,kami orang papua akan punah,papua merdeka itu harga mati…merdeka..merdeka…merdeka tutur samual .
(penulis Mettu Badii)