Pages

Pages

Jumat, 18 Januari 2013

Pemekaran di Tanah Papua Memiliki Dampak Yang Affirmative dan Negative

Foto : Hiller Tsenawatme (Suko)
Surabaya, Suko - 18/01/2013 - Pemekaran kampung, distrik, wilayah kabupaten, kota ataupun provinsi di Papua, ada untung dan rugi bagi masyarakat Papua di masa sekarang dan masa mendatang. 
Ada yang menyatakan bahwa pemekaran telah membuka peluang terjadinya bureaucratic and political rent-seeking, yakni kesempatan untuk memperoleh keuntungan dana, baik dari pemerintah pusat NKRI maupun dari penerimaan daerah sendiri. Hal ini menyebabkan terjadinya suatu perekonomian daerah berbiaya tinggi. Lebih jauh lagi timbul pula tuduhan bahwa pemekaran wilayah merupakan bisnis kelompok elit di daerah yang sekedar menginginkan jabatan dan posisi. Melalui pengamatan saya ada dua hal yang menjadi problems affirmative and negative pemekaran sebuah wilaya, yaitu:

1. Kelebihan (affirmative) pemekaran wilayah akhir-akhir ini antara lain, pemerintah daerah dapat menggali potensi wilayahnya dengan maksimal. Daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh pembangunan, akan mendapat prioritas. Selain itu, sumber daya manusia di daerah yang dimekarkan dapat digunakan secara optimal. di samping itu, tugas pemerintah pusat menjadi terbantu dan pemerataan pembangunan dapat segera terealisasi.

2. Kelemahannya (negative) : Jika pemekaran tidak disertai pertimbangan yang matang akan berdampak : lahirnya raja kecil-raja kecil yang hanya mencari keuntungan sendiri, ketidaksiapan masyarakat yang daerahnya dimekarkan akan mengundang permasalahan seperti: nilai pajak bumi dan sebagainya yang harus disesuaikan dengan status daerah yang baru. Selain itu, dikhawatirkan semangat nasionalisme semakin terkikis dan potensi ke arah disintegasi akan semakin bersar. Di samping itu kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah pusat akan semakin berkurang.
HILLER TSENAWATME