Pages

Pages

Selasa, 29 Maret 2016

ULMWP : Pemimpin Melanesia Tahu Betul Apa Yang Terjadi Di Papua

Octo Motte (RNZ)
Octo Motte (RNZ)Jayapura, Jubi – Rencana kunjungan Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut B. Panjaitan ke dua negara anggota Melanesia Spearhead Group (MSG), Fiji dan Papua Nugini (PNG) ditanggapi sebagai hal yang biasa oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).
“Dua negara itu yang bisa terima Indonesia,” kata Oktovianus Mote, Sekretaris Jenderal ULMWP, kepada Jubi, Selasa (29/3/2016), melalui sambungan telepon.
Sebab menurutnya, PNG dan Fiji memang sedang dalam kesulitan saat ini. Fiji baru dihantam Topan Winston dan PNG sedang mengalami masalah perekonomian.
Menkopolhukam Luhut B. Panjaitan, dalam wawancara Senin (28/3/2016), mengatakan kunjungannya ke Fiji dan PNG tidak ada kaitannya dengan isu Papua di MSG ataupun penguatan posisi Indonesia di organisasi regional di Pasifik ini.
“Ini kan ada gerakan seolah-olah Papua ini bukan bagian integral dari Indonesia, seperti misalnya di Melanesia. Tapi NTT, Ambon itu kan bagian dari Melanesia juga secara antropologis. Jadi tidak ada alasan itu,” kata Menkopolhukam Luhut.
Meski demikian, Luhut mengakui hubungan Indonesia dengan negar-negara Pasifik selama ini kurang hangat.
“Kenapa kurang hangat? Kita mungkin terlalu sibuk dengan yang lain,” ujar Menkopolhukam Luhut.
Tapi, Sekjen ULMWP Octovianus Mote mengatakan pemimpin Melanesia adalah pemimpin yang tahu secara benar apa yang terjadi di Papua. Kredibilitas mereka sebagai pemimpin sudah teruji dimasa lalu termasuk ketika mereka memutuskan untuk mengakui dan menerima ULMWP kembali menjadi anggota keluarga besar Melanesia dan Pasifik Selatan.
“Saat ini perjuangan bangsa dan rakyat Papua Barat tidak sendiri lagi. Papua sudah jadi bagian dari keluarga Melanesia sejak tahun 2013 dan diperkuat lagi setelah diterima sebagai pengamat tahun lalu di Honiara,” sambung Mote.
Ia menambahkan, usaha Indonesia untuk mempengaruhi para pemimpin Melanesia tidak akan berhasil.
Dalam MSG Summit Juni tahun 2016 lalu, Fiji dan PNG adalah dua negara yang mendukung diterimanya Indonesia sebagai Associate Member di MSG. Dua negara lainnya, Solomon Islands dan Vanuatu tidak memberikan dukungan tersebut. Dua negara ini, bersama Front Pembebasan Kanak (FLNKS) memberikan dukungan kepada ULMWP untuk menjadi anggota dengan status pengamat di MSG. (Victor Mambor)

http://tabloidjubi.com/2016/03/29/ulmwp-pemimpin-melanesia-tahu-betul-apa-yang-terjadi-di-papua/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar