Pages

Pages

Sabtu, 12 Maret 2016

Pengaruh Dari Luar Hambat Potensi Musik Daerah Papua

Salah Satu Musisi Lagu Berbahasa Daerah, Arnold Ap – Jubi/http://etnohistori.org/

Salah Satu Grup Musik Asal Papua, Mambesak yang Membawakan Lagu-lagu Daerah – Jubi/http://2.bp.blogspot.com/
Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Natan Pahabol menyatakan, potensi musik daerah Papua tak kalah dengan daerah lain. Hanya saja pengaruh musik dari luar Papua menghambat perkembangan lagu dan musik daerah Papua.
Anggota Komisi V DPR Papua yang membidangi seni dan budaya itu mengatakan tanah Papua punya potensi musik tradisional luar biasa. Masing-masing sub-sub suku di tujuh wilayah adat, lima wilayah adat di Papua dan dua di Papua Barat memiliki lagu dalam bahasa daerah sendiri-sendiri.
“Penyanyi dan pencipta lagu di Papua itu juga luar biasa. Itu potensi yang dimiliki orang Papua, hanya saja dengan masuknya musik dari luar, membuat musik lokal terpinggirkan,” kata Natan kepada Jubi, Jumat (11/3/2016).
Namun ia mengapresiasi dedominasi gereja di Papua, terutama di wilayah pedalaman yang kebanyakan ketika beribadah memakai lagu rohani berbahasa daerah.
“Masyarakat di pedalaman ketika beribadah dengan cara kontekstual. Misalnya saja di daerah La Pago dan Mee Pago. Ini hal yang harus diapresiasi,” ucapnya.
Katanya, beribadah dengan menyanyikan lagu daerah, itu juga bagian dari melestarikan budaya atau lagu bahasa lokal suku-suku yang ada di Papua. Namun ia tak menapik di wilayah tertentu ada gereja yang tak lagi menggunakan bahasa daerah setempat.
“Mereka memakai bahasa dari luar. Padahal mereka bisa menggunakan pujian dari bahasa daerah. Pendeta-pendeta juga perlu dibekali dengan kearifan lokal,” katanya.
Terpisah, Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengatakan, sejak dulu Papua memiliki berbagai grup musik yang menyanyikan lagu berbahasa daerah. Baik itu lagu rohani maupun bernuansa budaya setempat. Salah satu grup yang terkenal ada Mambesak.
“Dulu ada Mambesak yang terkenal dengan lagu-lagu bahasa daerah. Setelah era Mambesak, lagu berbahasa daerah Papua mulai sepi. Namun kini sudah banyak bermunculan anak-anak Papua yang menyanyikan lagu-lagu daerah,” kata Wonda.
Menurutnya, tak hanya bicara kebijakan dan regulasi di tanah ini, ada hal lain yang perlu diangkat yakni seni dan budaya Papua, termasuk lagu berbahasa daerah.
“Tak hanya lagu rohani tapi juga lagu daerah. Dalam hal seni orang Papua sudah terbentuk alami,” ucapnya. (Arjuna Pademme)

http://tabloidjubi.com/2016/03/11/pengaruh-dari-luar-hambat-potensi-musik-daerah-papua/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar