Pages

Pages

Selasa, 29 Maret 2016

Luhut Berkunjung ke Papua, KNPB: Mau Apa Dia?

Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan (kanan) memberi sambutan pada acara dialog Pencegahan Radikalisme di Serang, Banten, Senin (29/2). Antara Foto

KBR, Jakarta - Ketua Komite Nasional Papua Barat, Victor Yeimo menyebut, wacana Indonesia untuk mempererat hubungan dengan negara-negara di Pasifik Selatan takkan berpengaruh terhadap sikap warga Papua. Hal ini dilontarkan menyusul rencana kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan ke Fiji dan Papua Nugini.

Menurutnya, pemerintah dinilai salah kaprah dalam menghadapi isu seputar keamanan di Bumi Cendrawasih itu. Sebab, perjuangan rakyat Papua yang menginginkan untuk merdeka, bukan dipengaruhi oleh negara-negara tersebut. Melainkan keinginan dari warga itu sendiri.

"Kami memang sudah mendengar kabar bahwa Jakarta ingin mempererat hubungannya dengan negara-negara di Pasifik Selatan. Silahkan saja lakukan itu. Tapi kami tegaskan, itu tidak akan berdampak apa-apa bagi perjuangan Rakyat Papua, termasuk kelompok-kelompok bersenjata di sini. Perjuangan kami akan tetap berjalan," tegasnya.

Victor  juga mengaku heran dengan Luhut yang ingin membicarakan soal terorisme dengan sejumlah elemen masyarakat di Papua. Sebab, persepsi mengenai terorisme antara masyarakat Papua dan pemerintah pusat sangat berbeda. Sehingga ia menilai upaya tersebut takkan berhasil.

"Seharusnya satukan pandangan dulu, apa itu yang dimaksud dengan terorisme, barulah kita berdiskusi," imbuhnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan telah dijadwalkan untuk mengunjungi negara-negara di Pasifik Selatan hingga 1 April mendatang. Salah satu negara yang akan dikunjungi adalah Fiji. Tapi, sebelum memulai lawatannya ke Fiji, Luhut dijadwalkan terlebih dahulu mengunjungi Jayapura, Papua. Di Bumi Cendrawasih itu, Luhut dijadwalkan memantau pos-pos pengamanan TNI di daerah yang berbatasan dengan negara tetangga, seperti Papua Nugini.

Sementara itu, kunjungan ke Fiji salah satunya dilakukan menyusul ekspansi yang dilakukan Gerakan Pembebasan Papua atau United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) di kawasan itu.  Gerakan Pembebasan Papua mendirikan kantor di Vanuatu, Solomon, dan terakhir Wamena di Jayawijaya, Papua. Peresmian kantor di Wamena itulah yang memicu Indonesia melakukan sejumlah langkah.

Luhut ketika itu mengatakan, hubungan Indonesia dengan negara-negara di Pasifik Selatan memang tak terlalu bagus di masa lalu. 

Editor : Sasmito Madrim

http://portalkbr.com/03-2016/luhut_berkunjung_ke_papua__knpb__mau_apa_dia_/79819.html#.Vvom8dn_bE4.twitter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar