Pages

Pages

Jumat, 22 Januari 2016

Perang Perebutan Senjata vs Tuntutan Papua Merdeka, Militer Indonesia Operasi Markas TPNPB di Puncakjaya

Perang Perebutan Senjata vs Tuntutan Papua Merdeka, Militer Indonesia Operasi Markas TPNPB di Puncakjaya
------------------------------------------------------------------
Koramil Sinak dengan anggotanya kejar Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), di Markas Yambi Puncakjaya, Papua. Tanggal 20, Koramil yang pimpin dalam operasi ini memasuki Markas TPNPB di Yambi. Anggota TPNPB mundur dan menutup arah jalan masuk bagi anggota militer Indonesia.
Anggota Koramil Sinak melakukan operasi pembakaran rumah di Yambi, pada (21/1), kemarin. Jumlah rumah honai yang dibakar 25 dan 12 Ekor babi. Masyarakat setempat mengungsi di hutan dan anggota TPNPB dengan senjata lengkap mundur, segerah menutup jalan masuk ke Yambi bagi militer Indonesia itu.
Setelah melakukan pembakaran rumah dan menembak 12 babi, para anggota kembali keluar, beradapan dengan anggota TPNPB dan terjadi perlawanan, serangan anggota TPNPB menembak para militer indonesi dari Koramil sinak itu berhasil tembak tiga orang.
Perang Yang dipimpin Koramil Sinak, pada 20-21 Januari 2016, di Yambi, Kemarin (21/1) Tiga anggota militer Indonesia berhasil ditembak oleh TPNPB. Kelaim itu disampaikan langsung via seluler oleh Lekagak Telenggen, selaku komandan Operasi di Wilayah itu.
"Kami sudah tembak 3 anggota Koramil Sinak kemarin, dan anggota kami tidak ada yang korban", kata dia via seluler (22/1) pagi ini, kepada komnastpnpb.
Para Anggota militer Indonesia kembali ke Sinak, dan anggota TPNPB kembali masuk di markasnya Yambi yang telah operasi oleh Militer Indonesia itu.
Perang yang terjadi dalam upaya merebut kembali senjata yang dirampas pada 28 Desember 2015 lalu. Namun prinsipnya TPNPB tak ingin kembalikan kepada militer Indonesia. Senjata akan digunakan untuk melawan kembali militer Indonesia. Perang TPNPB hanya untuk tuntutan Kemerdekaan Papua Barat, Bilah Papua belum merdeka maka TPNPB tidak akan berhenti aksi perlawananya.
Lekagak Mengatakan, "Dialog dengan Indonesia, kami tidak setuju kami mau referendum di Papua, sekarang waktunya bertatap muka dengan moncong senjata, bukan dengan kata-kata", tegasnya. Perang bukan untuk berdialog dengan Indonesia demi kemajuan pembangunan di Papua, tetapi hanya untuk satu Papua merdeka melalui pemilihan bebas yang demokratis.
"Kami akan perang terus dengan Indonesia, jadi semua rakyat Papua dukung kami dalam doa", ujarnya. Lekagak Minta dukungan doa dari semua rakyat Papua, karena perang untuk kemerdekaan Papua akan melancarkan serangan kepada militer Indonesia di Puncakjaya dan Puncak Papua.
Sementara itu, Jenderal Panglima Tinggi TPNPB, Goliath Tabuni yang dihubungi komnastpnpb dini hari, tak banyak komentar, ia mengatakan "Saya sudah intruksikan revolusi tahapan, itu jalan terus saya bertanggungjawab, revolusi harus lakukan, tanpa revolusi akan lama perjuangan ini ", kata dia via seluler.
Goliath Tabuni berharap anggota tidak boleh menyerah, tetap semangat dan lawan militer Indonesia, "Jangan menyerah, tetap semangat lawan musuh, yang masuk di markas Yambi itu bunuh saja, dan senjata musuh itu menjadi milik anggota kami", harap dia kepada anggota TPNPB.

https://www.facebook.com/1395122647401877/photos/a.1396172723963536.1073741828.1395122647401877/1678061152441357/?type=3&theater

Tidak ada komentar:

Posting Komentar