Pages

Pages

Minggu, 01 November 2015

TAPOL BIAK APOLOS SROYER SELAKU SEKERTARIS UMUM DEWAN ADAT BIAK TOLAK KB-MAP DI BIAK

Apolos Sroyer Pegang Mike dan Pdt Marisan dalam acara Sykuran Atas ULMWP Mendaftarkan Aplikasi West Papua ke Sekertariat MSG 5 Februari 2015 di Biak
TAPOL BIAK APOLOS SROYER MEMPERTANNYAKAN  KONFRENSI BESAR  MASYARAKAT ADAT PAPUA  (KB-MAP ) DI BIAK

BIAK 31 OKTOBER 2015. Tahanan politik Biak Apolos Sroyer yang merupakan sekertaris umum Dewan Adat Wilaya biak mempertanyakan  Konfrensi Besar  Masyarakat Adat Papua yang semula direncanakan pelaksanaanya pada tanggal 28 oktober 2015, Wilayah  seirery Biak, namun hari pelaksanaanya   KB-MAP itu undurkan  sampai dengan tanggal 2 November 2015 mendatang.

Sekertaris Umum Dewan Adat Biak dan Manawir Sordo KBS  Apolsos  yang kini  menjadi tahanan politik  di  biak tersesut mempertanyakan penundaan pelaksanaan Konfrensi bessar masyarakat adat Papua tersebut pada hari 31 oktober 2015 di Lembag pemasyarakat  (LP) kelas II biak .

Menurut Mananwir Apolos,  sesuai dengan inpormasi yang diterima dari lapagan dibalik terali besi  LP biak, bahwa, panitia penjelenggara sedang mempersiapkan upacara pemukaan akan dibuka secara resmi oleh Mentri Dalam Negeri (MEDAGRI)  dan peejabat kolonial Indonesia dari jakarta.  

Selain  itu Menurut Mananwir Sorido KBS Apolos Sroyer, konfrensi besar Masyarakat adat itu akan dilaksanakan di PPG Petrus Gafiar Biak.  Di seluruh jalan-jalan dan sudut-sudut kota biak dipenuhi dengan pengibaran umbul-umbul bendera merah putih  ktegasnya.

Menurut Apolos sampai hari ini belum diketahui berapa  banyak peserta yang akan hadir dalam KB-MAP tersebut dari 7 wilayah adat yang ada di Papua. Menurut informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa, ada sebagia dewn adat wilayah yang meolak pelaksanaan tersebut.  Maka  Apolos Sroyer mempertanyakan ada apa dibalik pelaksanaan konferensi  besar DAP tersebut.

Lebih lanjut Apolos mengatakan  ada kepentingan apa dibalik pelaksanan konfrensi  Masyarakat Adata Papua itu ? karena konferensi tersebut diadakan untuk kepentigan Elit dewan adat Papua, dewan adat Wilayah dan dewan adat daerah tegas Apolos.
Sebab pelaksanan konferensi Besar tersebut tidak mengacu pada manifesto hak-hak dasar masyarakat adat papua dan statuta  DAP serta Konvenan internasional tentang masyarakat pribumi. KB-MAP ini lebih nampak kepentingan jakarta memanfaatkan masyarakat adat Papua.

Untuk itu  Apolos Sroyer selaku Sekertaris Umum  Dewn Adat Biak  dan Mananwir Sorido KBS Biak mendesak  masyarakat adat Papua berhenti  ikut Konferensi tersebut,  dan saya menolak dengan tegas karena ada kepentingan jakarta tegasnya.
 
http://nestasuhunfree.blogspot.co.id/2015/10/tapol-biak-apolos-sroyer-selaku.html