Pages

Pages

Selasa, 28 Juli 2015

Pendemo Tolak Pabrik Indocement di Pati Tertembak, Polisi Berkelit



tolak pembangunan pabrik semen patiSolidaritas.net, Pati – Aksi unjuk rasa menolak pembangunan pabrik semen di Kawasan Pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2015), berujung ricuh. Salah seorang dari ribuan peserta aksi yang melakukan pemblokiran jalan di jalur Pantai Utara (Pantura) lingkar Pati-Kudus tertembak oleh petugas kepolisian yang melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa, sehingga harus dibawa ke rumah sakit.
Namun, Polres Pati membantah adanya warga yang tertembak saat aksi unjuk rasa itu. Kepala Polres Pati AKBP Raden Setijo Nugroho Hasto Harjo Putro, melalui Kepala Sub Bagian Humas AKP Sri Sutatik mengatakan bahwa dalam melakukan pengamanan aksi unjuk rasa tersebut, petugas kepolisian tidak dibekali dengan senjata api, tapi peluru gas air mata.
“Kalaupun ada suara tembakan, hanya tembakan gas air mata dan bukan tembakan senjata api,” ujarnya seperti dikutip oleh Solidaritas.net dari BeritaSatu.com, Senin (27/7/2015).
Menurutnya, pendemo itu mengalami luka patah pada kaki sebelah kiri, karena terjatuh usai berdesak-desakan dengan massa pengunjuk rasa lainnya. Akibatnya, kaki korban memang berdarah, tapi dia memastikan itu bukan karena luka tembakan. Ditambahkannya, pada saat kejadian korban telah dibawa ke Rumah Sakit Soewondo Pati untuk mendapat perawatan.
“Hanya saja, kami belum bisa memastikan apakah luka pada kakinya cukup parah atau tidak karena langsung dilarikan ke rumah sakit,” lanjut AKP Sri Sutatik kepada para wartawan.
Sementara, keterangan dari Koordinator Wilayah Pati Gagasan Anak Negeri Jawa Tengah, Yunina Ernani, mengatakan korban tertembak peluru pelontar gas air mata dari petugas kepolisian. Korban bernama Ari Sandi yang merupakan salah satu anggota Gagasan Anak Negeri Korwil Pati itu mengalami luka tembak di bagian dagu kiri robek hingga sekitar 4 cm.
“Lukanya sekitar tiga sampai empat sentimeter. Dia terkena luka tembakan dari peluru gas air mata yang diarahkan langsung ke massa kami saat demo. Saat itu polisi langsung menembakkan gas air mata ke arah massa. Tanpa tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Diduga terkena peluru pelontar gas air mata dagu Ari langsung mengalami robek hingga kelihatan tulangnya,” ujarnya seperti dikutip dari Merdeka.com.
Dilanjutkan aktivis yang akrab disapa Ninda itu, akibat luka tersebut Ari pun terpaksa harus menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital Pati.
Selain tertembak, juga ada pengunjuk rasa yang diamankan petugas kepolisian dalam aksi unjuk rasa menolak pembangunan pabrik semen milik PT Sahabat Mulia Sakti, anak usaha PT Indocement itu. Sempat dikabarkan ada dua warga yang ditangkap, namun ternyata hanya satu orang saja, dan langsung dilepaskan setelah massa mendatangi Mapolres Pati.
“Ada kabar, dua orang dari kami ditangkap dan dibawa ke Mapolres Pati. Yang nangkap polisi berpakaian preman saat terjadi kericuhan di jalur pantura lingkar Pati-Kudus. Begitu kita datangi bersama ribuan masa langsung dilepas oleh dia. Orangnya berpakaian preman,” lanjut Ninda sambil mengatakan pengunjuk rasa yang ditangkap itu bernama Suprapto.

http://solidaritas.net/2015/07/pendemo-tolak-pabrik-indocement-di-pati-tertembak-polisi-berkelit.html