Pages

Pages

Selasa, 14 Juli 2015

DPRD Yahukimo : Jangan Sudutkan KNPB di Yahukimo

KNPB Yahukimo saat melakukan aksi di Yahukimo. Jubi/IST
Yogyakarta, Jubi – Kalu Koreman, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Yahukimo yang juga sekretaris fraksi partai PAN meminta agar semua pihak tidak boleh menyudutkan KNPB. Tetapi sebaiknya melihat dengan jeli kedudukan masalahnya. Bukan asal menuduh siapa dan siapa.

Kata Kalu, oknum-oknum yang baru-baru ini mengatasnamakan TPN/OPM dan juga mengataskanamakan tokoh masyarakat dan bicara lalu meyudutkan KNPB Yahukimo itu kalau mau cari makan, jangan membawa nama rakyat Yahukimo. Tetapi, sebagai tokoh masyarakat, coba berikan kontribusinya supaya masalah yang terjadi tidak berkepanjangan.

“Sebagai wakil rakyat saya klarifikasi bahwa dalam situasi yang sedang terjadi di Yahukimo, tidak bisa menyudutkan KNPB. Bahwa tidak bisa memvonis KNPB sebagai pengacau di kabupaten Yahukimo. Yang harus dilihat itu, pada saat KNPB dan rakyat Papua melakukan kegiatan, aktor yang pergi mengacaukan kegiatan KNPB itu siapa,” ujar Kalu, kepada Jubi melalui telepon genggamnya, Jumat (10/7/2015) dari Yahukimo, Papua.

Kata Kalu, Soal oknum yang mengaku diri sebagai mantan TPN/OPM, musti diklarifikasikana bahwa oknum tersebut menjadi anggota TPN/OPM dibawah komando siapa dan sejak kapan dan dimana?

“Kalau mau makan, makan diam-diam, kalau mau minum, minum diam-diam dan kalau mau kerja, kerja diam-diam. Jadi tidak usah pakai nama kepala sukulah, mantan TPN/OPM-lah dan lainnya,” tegasnya.

Supaya situasinya tidak menjadi suram antara tokoh masyarakat, KNPB, kepala suku, intelektual, pemerintah maupun Polisi. Jadi sekali lagi, tidak bisa menyudutkan KNPB. Sebagai wakil rakyat saya berpendapat tidak bisa 100 persen menyudutkan KNPB.

Sebelumnya, seperti diberitakan Kantor Berita Antara sekitar dua puluh tokoh masyarakat, adat, agama, perempuan dan mantan TPN/OPM di kabupaten Yahukimo mendukung kinerja aparat kepolisian setempat dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya di Yahukimo.

Puluhan tokoh itu mendatangi Mapolres Yahukimo dan bertemu dengan Kapolres Yahukimo, AKBP Ade Djadja Subagdja beserta jajarannya pada Sabtu 4 Juli 2015. Hal ini kemudian dibenarkan oleh Polda Papua melalui pernyataan yang dikeluarkan oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol, Patriage Renwarin.'
 
“Mereka datang sebagai upaya memberikan dukungan terhadap kinerja Polres menyikapi adanya laporan atau pengaduan para tokoh agama ke Mapolda Papua yang menilai bahwa Polres Yahukimo tidak maksimal dalam pelaksanaan tugas,” kata Renwarin. (Arnold Belau)'

http://tabloidjubi.com/2015/07/10/dprd-yahukimo-jangan-sudutkan-knpb-di-yahukimo/