Pages

Pages

Rabu, 25 Maret 2015

Solidaritas Korban Bencana Untuk Vanuatu Akan Kirim Bantuan Lewat Rekening

Solidaritas Kemanusiaan Untuk Vanuatu, 24/3/2015. Jubi/Arnold Belau
Jayapura, Jubi – Selama empat hari, terhitung sejak hari Rabu 18 Maret hingga 24 Maret 2015 rakyat papua yang menamakan diri Tim Solidaritas Papua Barat Peduli Vanuatu telah menggalang dana untuk korban topan Pam di Vanuatu.
“Rencananya, dana yang sudah tersebut akan langsung dikirim lewat rekening yang sudah dibuka di Jayapura ke Vanuatu. Tanpa melalui siapa-siapa,” ungkap Baguma Yarinap, koordinator penggalangan dana di Expo kepada Jubi di Waena, Selasa (24/3/2015).
Baguma menjelaskan, sejak hari Rabu itu dalam rapat diputuskan untuk galang dana dalam empat hari. Yaitu hari Rabu, Kamis, Jumat dan Selasa . Sementara untuk hari Sabtu, Minggu istirahat. Sedangkan hari Senin kemarin, dilakukan rapat evaluasi.
Header advertisement
Kata Baguma, partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam memberikan dana ke dalama karton-karton yang sudah disiapkan oleh solidaritas. Dan juga tidak ada gangguan dari aparat keamanan.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat kota Jayapura, kabupaten Jayapura dan Keerom yang sudah turut memberikan bantuan. Dan selama menjalankan penggalangan dana, tidak ada gangguan dari aparat keamanan. Karena solidaritas sudah masukan surat pemberitahuan kepada polisi,” jelas Baguma.
Menurut dia, dana yang sudah disumbangkan akan dikirim langsung lewat rekening ke Vanuatu oleh Tim Solidaritas Papua Barat Peduli Vanuatu
Sementara itu, Daniael Radongkir, koordinator Tim Solidaritas Papua Barat Peduli Vanuatu mengatakan, perubahan iklim ini telah mengintensifkan resiko bagi ratusan juta orang, terutama negara-negara berkembang di wilayah pesisir pantai.
“Presiden Vanuatu, Baldwin Lonsdale, telah menyerukan bantuan internasional untuk 132.000 penduduk Vanuatu yang kehilangan rumah dan membutuhkan pakaian, makanan serta obat-obatan,” jelas Daniel Randongkin, Kordinator Tim Solidaritas Papua Barat Peduli Vanuatu, di kantor Elsam Papua.
Sebelumnya, badan Internasional untuk anak dan pendidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB-UNICEF) telah mengeluarkan seruan bantuan bagi rakyat Vanuatu termasuk sekitar 54.000 anak-anak yang berada dalam kondisi yang memperihatinkan ke masyarakat Internasional. (Arnold Belau)