Pages

Pages

Jumat, 06 Februari 2015

Intel Andrey Di Dapati Oleh Penghuni Asrama Wesel Meren Jakarta

fOTO INTEL ANDRY

Jakarta, (KM)—  Hari ini kamis (04/02/2015) Pukul 20.00 WIB, di Asrama Wissel Meren, Tebet  Jakrta selatan. Terjadi kedapatan  seorang intel atas Nama Andrey  yang selalu melakukan monitor  di mana mahasiswa papua berada, yang di dapati oleh penghuni setempat.
Tanpa pamit  pertama dia mengaku, saya mau cari Hp saya merek Mito berwarna putih, karena hp saya jatuh di dalam pagar dari tadi pagi.
Saat dia bicara itu, tidak sesuai dengan tujuan yang dia datang untuk cari hp tetapi dia, malah angkat cerita dengan jalur lain punya, kata dia , OPM itu apa ? 
Sela- sela itu, Anda datang di sini untuk apa ,Apakah  anda mau ceritakan dengan agenda lain atau gimana? tegas Marthen yang juga sebagi penghuni setempat.
Setelah dia di introgarasi  oleh penghuni asrama, dia mengaku   bahwa saya adalah seorang wartawan, saya bekerja di dalam media kompasiana, pada hal di periksa identitasnya omong koson lintel murni.
Menurut salah satu penghuni asrama Vicki Tebai kepada www.kabarmapega.com mengatakan, kejadian semacam ini sudah sangat banyak terjadi berulang-ulang kali dari sejak asrama itu ada sampai saat ini. Ungkapnya.
Kemudian kata Vicky, kita mahasiswa pupua yang sedang mengenyam pendidikan  di pulau Jawa dan Bali selalu di pantau oleh intel baik jalan,  kampus bahkan dengan megisih aktivitas individu sehari-hari.
Ini membuat kami khawatir dan merasa tidak nyaman tetapi kami percaya bahwa kami mahasiswa papua yang ada di  kota studi Jakarta maupun di kota studi lain ini selalu di lindungi oleh Tuhan yang maha kuasa,karena  kami merasa bahwa kami tidak ada salah dan pelanggaran yang kami buat teradap mereka. Ungkapanya.
Selain itu, kami juga tetap mengawasih dan memantau terus kegiatan yang di buat oleh intel bila ada tindakan yang di buat oleh intel terhadap kami merugikan, maka kami akan mengambil sikap yang tegas dengan melaporkan ke komnas HAM maupun lembaga-lembaga yang lainya karena kami sangat merasa di gangu dan di terror dalam setiap aktivitas kami. Tegas tebai. (Yunus. E. Gobai/KM)