Pages

Pages

Kamis, 20 November 2014

KNPB Perjuangkan Nasib Bangsa Papua Barat

Agus Kosay saat menyampaikan sambutan pada perayaan HUT ke-VI KNPB, Rabu (19/11/14) siang. Foto: Abeth
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Komitmen terhadap perjuangan pembebasan dari penjajahan Indonesia terus didengungkan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-VI KNPB, Rabu (19/11/14) kemarin, komitmen tersebut diikrarkan Badan Pengurus Pusat (BPP) KNPB dalam sambutan dan orasi politik.

"KNPB sebagai media nasional rakyat Papua Barat tetap berkomitmen untuk berjuang hingga tercapai tujuan perjuangan mulia ini, bahwa perjuangan harus terus berjalan sampai cita-cita pembebasan tercapai," tuturnya saat menyampaikan sambutan pada ibadah syukuran dalam rangka perayaan HUT ke-VI KNPB, Rabu (19/11/14) di aula Asrama Mahasiswa Kabupaten Tolikara, Waena, Kota Jayapura, Papua.

Agus mengisahkan, enam tahun yang lalu tepatnya 9 November 2008 di saat kolonialisme berbangga atas penghancuran gerakan Papua Merdeka, KNPB menorehkan tahap baru gerakan perlawanan yang revolusioner.

KNPB, kata dia, menyadari bahwa hanya metode mediasi yang mampu membuat rakyat menentukan masa depan politiknya sendiri.

"Kami menginginkan rakyat dan pejuang West Papua politiknya sendiri. Kami tidak menginginkan rakyat dan pejuang Papua Merdeka hanya duduk meratapi kondusif objektif, tapi rakyat harus bangkit dan menjadi subjek perjuangan," kata Agus sembari menceritakan lahirnya KNPB.

Agus menyebutkan fakta sejak KNPB hadir tahun 2008, sudah banyak patriot revolusioner KNPB yang mempertaruhkan nyawa atas perlawanannya.

"Sejak KNPB dibentuk pada enam tahun lalu sampai saat ini, tahun 2014, sudah 29 aktivis KNPB dibunuh oleh aparat keamanan Indonesia. Itu sesuai dengan data kami," kata dia.

Kenyataan tragis tersebut, menurut Agus, ratapan bangsa sekaligus pupuk perjuangan revolusi yang harus terus dilanjutkan.

"Dari setiap kisah-kisah tragis itu membuat para pejuang semakin sadar arti dari sebuh kedewasaan perjuangan revolusi Papua Barat, bahwa perjuangan harus terus berjalan sampai cita-cita pembebasan tercapai," ujarnya dengan tegas.(Abeth Abraham You/MS)