Pages

Pages

Kamis, 21 Agustus 2014

DURI-DURI KEHIDUPAN

Selimat gelapmu mengurai sepi mengurung hidupku
Aku jadi bisu, kataku lari teriak meminta pertolongan
Bahasa tanah membalas mengurai rasa rindu juga rintihanya
Burung malam tertawa mengores suasana kelabu

Takdir memisah masa lalu juga kini
Aku ingin berandaikan masa depan namun pikiran warasku dicuri zaman
Gelapnya malam ini bagai gelapnya masa depanku

Dimana aku harus berjalan temukan pikiran warasku
Alam yang dulu waras kini dipenjara dalam kegurauan
Ia meneteskan linan airmatanya mengalir rasa sakit

Tak harus ku diam terperangkap iraman zaman
Ku berdiri melangkah atas tanah berduri
Duri2 itu merobek kulit polosku aku trus tersungkur pengampunan

Tak seorangpun meletakan niat menolongku
Mata zaman tak lagi mata manusia
Semua berharap dengan penderitaanku membw perdamaian

Semua berharap masa lalu jd kenyataan untuk masa depan
Semua kehidupan digantungkan pada harapan ...harapan....
Semua tak lagi berjalan atas duri duti kehidupan
Semua takut alirkan darah merintih kesakitan

Aku hendak kisahkan masa depan ini berakhir bersama fajar di ufuk dan ketika senja tak berulang lagi
Takdir kembalikan masa laluku aku ingin nyata dimataku
Marilah bersatu dalam perjuanganku injak tanah berduri