Pages

Pages

Jumat, 15 Agustus 2014

AWPA : AUSTRALIA MENDESAK INDONESIA UNTUK BEBASKAN JURNALIS DAN ANGGOTA KNPB

Ilustrasi Aktivis KNPB Manokwari yang di Tanah dalam Penjarah Kolonial Indonesia dan Jurnalis Internasional yang di Tanah di Kapolda Papua (foto, Kobogaunews/WK)
KOBOGAUNEWS, Internasional - Asosiasi Papua Barat Australia [AWPA] meminta kepada Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengenai peristiwa tindakan keras terhadap kelompok masyarakat sipil / Jurnalis baru-baru ini di Papua Barat. Rabu, (14/8/2014). Malam.

Media rilis AMPA kepada www.kobogaunews.com “ AWPA mendesak Menteri Luar Negeri untuk menyuarakan keprihatinan dan situasi hak asasi manusia yang memburuk di Papua Barat dengan Pemerintah Indonesia dan Presiden Indonesia terpilih Joko Widodo.

Joe Collins dari AWPA mengatakan, "Telah ada tindakan keras oleh pasukan keamanan pada kelompok-kelompok masyarakat sipil di Papua Barat dan khususnya di Komite Nasional Papua Barat (KNPB)".

Menjelang pemilihan presiden pada 9 Juli, kelompok masyarakat sipil telah menyerukan boikot damai pemilu. Namun, pasukan keamanan menangkap banyak aktivis Papua Barat hanya karena ada yang damai mendistribusikan literatur panggilan untuk memboikot pemilu seperti hak demokrasi mereka.

KNPB sekarang telah menyerukan untuk memboikot setiap perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus) dan AWPA khawatir mungkin ada lebih banyak kasus penangkapan dan penyiksaan terhadap aktivis damai.

Sudah dua anggota KNPB, Robert Yelemaken dan Oni Weya, yang merupakan mahasiswa ditangkap dan dipukuli pada 8 Agustus. Insiden ini terjadi setelah sejumlah anggota KNPB sedang melukis di dinding menyerukan untuk memboikot perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kota Manokwari.

Joe Collins mengatakan "kami mendesak Menteri Luar Negeri untuk meningkatkan keprihatinan tentang tindakan keras terhadap kelompok-kelompok masyarakat sipil yang damai di Papua Barat oleh pasukan keamanan dengan Pemerintah Indonesia.


AWPA mendesak Menteri Luar Negeri untuk meminta pembebasan tanpa syarat semua taha.{KOBOGAUNEWS/WK/AWPA}