Pages

Pages

Rabu, 27 Agustus 2014

ALMARHUM KETUA KNPB SORONG DIDUGA DICULIK

Logo KNPB
Jayapura, 26/8 (Jubi) – Martinus Yohame, Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Sorong Raya yang ditemukan tewas mengapung di pesisir Pulau Nana, Kawasan Pulau Dom, Distrik Sorong, Kepulauan Kota Sorong, diduga sebagai korban penculikan.

Hal tersebut ditegaskan juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Basoka Logo kepada tabloidjubi.com.

Basoka menuturkan, sebelumnya pada Rabu (20/8) malam, pihaknya mendapatkan informasi almarhum diculik.

“Tapi kami belum bisa pastikan, dia (almarhum) diculik oleh siapa. Dan hari ini kita dengar informasi penemuan dia dalam keadaan tidak bernyawa. Kami belum bisa memastikan pihak ini atau pihak lainnya yang menculik. Kami belum bisa pastikan untuk hari ini,” kata Basoka Logo dari ujung selulernya kepada tabloidjubi.com, Selasa (26/8).

Ia menjelaskan wilayah kerja almarhum Martinus Yohame khusus di kepala burung Papua Barat. Pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih detail, lantaran belum dapat laporan lengkap dari rekan-rekannya di Sorong.

“Saya tadi hanya mendapat laporan singkat tentang kematian Ketua KNPB wilayah Sorong tersebut, yang saya tau korban ditemukan sekitar Kota Baru Sorong, saat ini jenasah disemayamkan di Sekretariat KNPB Sorong,” ujarnya.

Saat ini, menurut Logo, rekan-rekannya yang di Sorong masih mengumpulkan data dan keterangan terkait meninggalnya ketua KNPB Sorong. “Setelah itu baru kami berikan keterangan secara lengkap. Ketua I KPNB Pusat, Agus Kosay tadi tiba di Sorong menggunakan pesawat. Beliau yang telah melaporkan secara resmi kepada kami tentang kebenaran penemuan Ketua KNPB Sorong,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Komite Nasonal Papua Barat (KNPB) untuk wilayah Kepala Burung yang meliputi Sorong Raya, Martinus Yohame, ditemukan  tewas mengenaskan. Jasad korban ditemukan oleh seorang nelayan, pada Selasa pagi (26/8) sekitar 07.00 WIT mengapung di pesisir Pulau Nana, tidak jauh dari kawasan Pulau Dom, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong. Saat ditemukan, jasad Martinus dalam keadaan terikat erat di dalam karung. Kedua kaki dan dan tangan korban juga dalam posisi terikat, diduga jasadnya akan ditenggelamkan ke laut.

Menurut hasil visum dari Rumah Sakit Umum Kota Sorong, ditemukan sebuah luka tembak di dada sebelah kiri. Wajah korban juga hancur oleh pukulan benda keras. “Kami temukan ada luka tembakan di dada kiri. Mukanya hancur,” ungkap Yori,  petugas RSUD Sorong.

Kapolres Sorong Kota Ajun Komisaris Besar (Pol) Harri Golden Hart, membenarkan adanya penemuan mayat itu. “Kami masih melakukan identifikasi, apakah benar yang bersangkutan dibunuh atau terbunuh,” kata Harri.

Setelah dilakukan otopsi, jasad korban kemudian dibawa oleh keluarga dan kerabat korban serta massa KNPB untuk disemayamkan di rumah duka, Malanu Kampung, Kompleks Universitas Kristen Papua.

Dari data yang dihimpun media ini, hasil visum luar yang telah dilakukan pihak RSUD Sorong, bagian dada kiri terdapat lubang lebar 1×1 sentimeter, perut kanan 2×3 sentimeter, tinggi  badan 179 centimeter dan berambut gimbal. (Jubi/Indrayadi TH)