Pages

Pages

Rabu, 30 Juli 2014

MENTERI NZ DIMINTA UNTUK BERTEMU DENGAN WARTAWAN MENGUJUNGI PAPUA BARAT

West Papua journalist and editor Victor Mambor (second from left) with members of the West Papua Action Auckland and Pacific Media Centre during a visit to the PMC office in Auckland. Image: Del Abcede/PMC
Pacific Scoop:
Laporkan - Oleh Anna Majavu

Menteri Kepolisian Selandia Baru Anne Tolley dan Menteri Pertahanan Dr Jonathan Coleman harus bertemu dengan pertama wartawan Papua Barat untuk mengunjungi Selandia Baru, kata seorang juru bicara Papua Barat Aksi Auckland.

Victor Mambor, 39, editor Jayapura berbasis surat kabar dan situs Tabloid Jubi, dan Ketua Aliansi Papua Barat Jurnalis Independen (AJI) di Selandia Baru minggu ini dan mengunjungi Pacific Media Centre kemarin.

Dia juga akan membahas seminar tentang "Papua Barat: The Pacific rahasia malu" di Auckland pada akhir pekan.

Seminar westpapua juru bicara logoWest Papua Action Auckland Maire Leadbeater mengatakan: "Selandia Baru telah selama bertahun-tahun memberikan pelatihan militer kepada petugas Indonesia dan baru-baru berlari pelatihan polisi, sebagai program percontohan, di wilayah itu. Pada tahun 2011 seorang petugas dari Kopasus menghadiri kursus pelatihan militer di sini, meskipun catatan sedih Kopassus membunuh pemimpin kemerdekaan Papua. "

Mambor mengatakan wartawan independen Paul Bensemann awal tahun ini bahwa pelatihan polisi Selandia Baru dari Indonesia tidak lebih dari "bantuan yang membunuh". Program ini saat ini ditahan.

Mambor telah berkampanye secara internasional untuk kebebasan pers yang lebih besar di Papua Barat, termasuk awal tahun ini di Parlemen Eropa. Dia telah menulis tentang penggerebekan polisi di kantor media lokal, "wartawan palsu" yang bekerja untuk polisi dan militer, dan penculikan dan kematian aktivis Papua.

Organisasinya AJI mendokumentasikan 20 ancaman atau serangan terhadap wartawan pada tahun 2013.

hak asasi manusia
Australia Barat Asosiasi Papua mengatakan hari ini bahwa pertemuan ke-45 Pacific Islands Forum minggu ini di Republik Palau harus membahas situasi hak asasi manusia di Papua Barat dan membuat pernyataan publik keprihatinan mengenai situasi hak asasi manusia di wilayah dalam komunike resminya sebagai apakah para pemimpin MSG lakukan dalam komunike resmi mereka di Noumea pada tahun 2013.

The PIF juga harus mendesak Presiden baru Indonesia untuk membebaskan semua tahanan politik Papua Barat tanpa syarat sebagai tanda itikad baik kepada orang-orang Papua Barat.

Sementara itu, Amerika CBS TV melaporkan bahwa sekelompok peselancar yang ditetapkan untuk film yang belum ditemukan tempat surfing Papua Barat ini telah bukannya membuat sebuah film dokumenter yang menyoroti genosida dan sebuah perusahaan pertambangan yang tidak etis. Para peselancar terkejut oleh kekejaman HAM yang mereka temui di Papua Barat dan membuat film Terisolasi.

Sumber: Pacific Media Watch 8878/http://pacific.scoop.co.nz/2014/07/nz-ministers-asked-to-meet-with-visiting-west-papuan-journalist/