Pages

Pages

Selasa, 15 Juli 2014

MEMPERINGATI PEPERA 1969 , POLISI , BRIMOB DAN ORMAS MENGHADAN AKSI DAMAI AMP JOGYAKARTA

Aksi AMP Yang Di Palang Kelompok Ormas dan Polisi di Jogja, Mahasiswa Papua Segerah Merapat Ke Jl. Kusumanegara !(foto Roy Karoba)

Aksi AMP Yang Di Palang Kelompok Ormas dan Polisi di Jogja, Mahasiswa Papua Segerah Merapat Ke Jl. Kusumanegara !(foto Roy Karoba)
Yogyakarta-KOBOGAUNEWS, Puluhan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) komite kota Yogyakarta dihadang oleh Ratusan personil dari gabungan Polisi, Brimob lengkap dengan atribut mereka, bersama organisasi masyarakat bernama FKPM yang mengaku utusan Sri Sultan Hamengkubuwono X Yogyakarta menghadang massa Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di jalan Kusuma Negara Selasa (51 Juli 2014).
 
Mantan Ketua AMP Komite Kota Jogyakarta Roy Karoba, dalam pesan sing di facebook kepada www.Kobogaunews.com siang ini . kami AMP Kota Jogyakrta di dihadang oleh Ratusan personil dari gabungan Polisi, Brimob lengkap dengan atribut mereka, bersama organisasi masyarakat bernama FKPM yang mengaku utusan Sri Sultan Hamengkubuwono X Yogyakarta Sebanyak 12 Truk Sabhara dan 17 mobil patroli Polisi dan Brimob berkolaborasi menghentikan demo damai AMP Komite Kota Yogyakarta.

“” PEPERA 14-2 Agustus 1969 yang terjadi diatas Tanah Papua tidak demokratis dan cacat hukum’ Hak Penetuan Nasib Sendiri Solusi Demokratis Bagi Rakyar Papua Barat,’ tegas Karoba.”

Sementara itu, beberapa warga berpakaian hitam, berikat kepala khas Yogyakarta, datang dalam jumlah seratusan lebih, menghadang massa AMP” Kata Karoba.

Ketua AMP Jogyakarta , Jefry Wenda mengatakan, Orma dan polisi sudah benar-benar bertentangan dengan prinsip demokrasi dan hak-hak menyampaikan pendapat dimuka umum tanpa ada diskriminasi.

"Kami ingin memperinghati hari pelaksanan PEPERA 14 Juli 1969 ke 45, dan meminta pengakuan kemerdekaan rakyat Papua Barat, yang telah dimanipilasikan dalam PEPERA 1961 yang tidak demokratis.," kata Wenda.

Selanjutnya Dalam Orasi Roy Karoba, mengatakan Bertepatan dengan 45 tahun PEPERA 1969, Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menuntut dan mendesak Indonesia dan PBB untuk segera memberikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokraris bagi rakyat Papua; Menutup dan menghentikan aktifitas eksploitasi semua perusahaan MNC milik Negara Negara Imperalis: Freport, BP, LNG Tangguh, Medco,Corindo dan ,segera menarik militer Indonesia (TNI-Polri) organic dan non organic dari seluruh tanah Papua untuk menghentikan segala bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Negara Indonesia terhdap rakyat Papua.(KOBOGAUNEWS/ W kobogau)