Pages

Pages

Selasa, 29 Juli 2014

KULIT HITAM DAN RAMBUT KERITING, ANUGERAH TUHAN BAGI BANGSA PAPUA

Suasana Ibadah (Jubi/Mecky)
Jayapura, 27/7 (Jubi) – Jangan bertingkah munafik bahwa anda bukan Melanesia, berkulit hitam dan berambut keriting. Kita ditempatkan di pulau ini dengan bercirikan seperti ini. Suatu anugrah dan inilah keistimewaan setiap suku bangsa yang Tuhan ciptakan

Demikian dikemukakan Pendeta Yesaya Dimara dalam khotbah ibadah syukuran bertema, Mari berdamai dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan alam semesta dan dengan Tuhan pencipta dan pemilik Tanah Papua. 

Ibadah syukuran itu digelar di kediaman Bapa Forkorus, Sabron, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, (22/7) lalu. 

Mengutip Mazmur 108, nyanyian Mazmur Daud, Pendeta Yesaya Dimara menyampaikan hanya bersama Tuhan, kita akan dimampukan untuk melakukan perkara-perkara besar.

Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita, Mazmur 108:14” ujarnya.

Dominikus Surabut, salah satu tahanan politik (tapol) yang telah dibebaskan, mengatakan Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) sudah lahir namun hasil pantauan dirinya selama di penjara tempo lalu, aktivitas kenegaraan belum berjalan maksimal. 

Maka dari itu, sangat segera para gubernur, bupati serta dewan yang sudah terbentuk supaya kegiatannya diaktifkan kembali” ujarnya

Selfius Bobii, pada kesempatan berikutnya menyampaikan ada empat simbol kemerdekaan bangsa Papua Barat, pertama Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM), kedua Tahanan Politik/Narapinada Politik (Tapol/Napol), ketiga Diplomat Papua merdeka di luar negeri dan keempat masyarakat sipil dalam kota (negeri).

Tapol lainnya, Agus Kraar pun menyampaikan bahwa perjuangan Papua merdeka adalah kehendak Tuhan dan hanya atas izinnya saja kemerdekaan akan diperoleh. Hal itu sangat diimaninya karena Kraar sudah melihat mujizat-mujizat Tuhan langsung pada dirinya pada masa-masa sulitnya.

Ibadah syukuran dimulai sekitar pukul 12.00 WP dari rencana awal 10.00 WP dihadiri oleh perwakilan masyarakat tujuh wilayah dewan adat dari Sorong sampai Merauke, mahasiswa dan pemuda, tokoh-tokoh masyarakat adat Sabron dan sekitarnya, tokoh-tokoh perempuan, agama dan aktivis.

Pada spanduk lain juga terpampang ucapan selamat kepada Presiden RI terpilih, Pemerintah Republik Federal Papua Barat mengucapkan selamat dan sukses kepada Presiden dan Wakil Presiden RI yang terpilih 2014-2019. (Jubi/Mecky)

Sumber :  www.tabloidjubi.com