Pages

Pages

Senin, 21 Juli 2014

KETUA KNPB YEIMO'' RAKYAT PAPUA BARAT BOIKOT HUT INDONESIA

Foto: Victor Yeimo, Rakyat Papua Barat BOIKOT HUT Indonesia/dok. facebook/ist.
KOBOGAUNEWS, Jayapura -- Rakyat Bangsa Papua Barat  BOIKOT apa pun yang merupakan nama  NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Karena,  mereka adalah Penjajah yang hidup diatas tumpukan darah kami.

 
Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor F. Yeimo mengatakan, "Selanjutnya, Boikot HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2014 di West Papua!" tegasnya melalui jaringan sosial, facebook.com  Sabtu (19/07/2014), waktu pagi menjelang siang dari LP AB Jayapura.

Ini isi Seruan Ketua Umum KNPB
Keberhasilan boikot Pilpres Indonesia di atas teritori West Papua adalah manifestasi dari sikap anti kolonialisme yang dilakukan secara sadar oleh rakyat West Papua. Boikot kita selanjutnya adalah terhadap perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan Indonesia ke-69 di atas teritori West Papua. 


Sudah setengah abad lebih kita dipaksa memiliki ideologi dan nasionalisme Indonesia yang tidak pernah diwariskan atau dilahirkan oleh leluhur kita. Kita tahu, kita tidak pernah dimasukan, apalagi ikut serta, dalam sejarah proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Bangsa Papua tidak pernah ada dalam sejarah pembentukan negara yang bernama Indonesia. Oleh karena itu, sudah saatnya kita bersikap menolak! Menolak segala manipulasi dan hegemoni kolonial Indonesia.

Kami menyeruhkan kepada rakyat West Papua yang ada di atas teritori West Papua, maupun diluar West Papua, agar tidak ikut serta menyukseskan, apalagi merayakan, kemerdekaan Indonesia. Sebagai bangsa yang bermartabat, kita juga tetap menghargai dan tidak mengganggu perayaan kemerdekaan mereka (bangsa Indonesia) pada 17 Agustus mendatang. Dan sebaliknya, Indonesia harus menghargai sikap bangsa Papua untuk boikot HUT RI (Rpublik Indonesia) di West Papua.

Kami menyerukan kepada segenap rakyat West Papua agar mengajak dan mengajar kebenaran sejarah kepada sesama keluarga, suku dan bangsamu bahwa bangsa Papua memiliki sejarah kemerdekaannya sendiri tanpa Indonesia. Dengan demikian, rakyat tidak lagi dihasut, dibodohi, atau disogok untuk terlibat secara terus menerus dalam perayaan kemerdekaan 17 Agustus.

Sudah waktunya kita menunjukkan sejarah yang benar kepada penguasa kolonial Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia bahwa bangsa Papua siap untuk bernegara sendiri, berlandaskan pada ideologi dan nasionalismenya sendiri. Penolakan terhadap pendudukan kolonial Indonesia dan segala praktek penjajahannya harus dilakukan dengan sikap boikot tanpa kekerasan.

Kita harus mengakhiri!

Dikeluarkan dari Port Numbay, 19 Juli 2014

Victor F. Yeimo
Ketua KNPB

Tembusan kepada:
1. Buchtar Tabuni, Ketua Parlemen Nasional West Papua [PNWP]
2. Ketua-Ketua Parlemen Rakyat Daerah di West Papua
3. Benny Wenda, Koordinator Diplomat Internasional bagi West Papua
4. Goliat Tabuni, Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN.PB).(KOBOGAUNEWS/ W Kobogau)