Pages

Pages

Jumat, 11 Juli 2014

Ironis, TNI/POLRI Terlibat Bisnis Kayu di Nabire Papua

Beberapa truk membawa kayu olahan memasuki gapura pelabuhan laut Nabire. kayu-kayu itu akan diangkut ke luar Papua. Foto:MS
Buletin TPN, Nabire -- "Ilegal login sedang menguras hutan Papua di wilayah Teluk Cendrawasih, Kabupaten Nabire Provinsi Papua". TNI/POLRI ialah actor dibalik itu.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala suku Yerisyam, Pdt. Henebora, kepada www.taringpapuanews.com, pada selasa, (8/7) melalui seluler. Sore tadi.
                                
Perusahan-perusahan kayu, datang secara ilegal lalu merusak hutan kami, Katanya.

Yang terlibat dalam illegal login di Nabire adalah anggota TNI dan POLRI masih aktif, “Malah mereka yang menguasai bisnis tersebut, dan melindunginya. 

“Keterlibatan oknum-oknum TNI dan POLRI dalam usaha bisnis kayu sangat merajalela, “Jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Nabire pada tahun 2013-2014 telah menunjukan bahwa, “keterlibatan TNI/Polri dalam bisnis kayu sudah mencapai 64%, “Tuturnya.

Padahal, Lanjunya, Pasal 39, UU No. 34 tahun 2004,  telah mengatur dengan secara tegas  bawah prajurit TNI dilarang terlibat dalam berbisnis, “ Jelasnya.

Sedangkan untuk anggota POLRI, Kata Dia, Dalam PP No. 2 Tahun 2003, pasal 5 dan pasal 6 telah  melarang anggota POLRI untuk terlibat dalam berbisnis.

"TNI/POLRI mengabaikan aturan yang mengikat meraka bahkan aturan yang dibikin oleh Dinas Kehutanan juga diabaikan, "Katanya.

Kami harap, Dinas Kehutanan Kabupaten Nabire serta Dinas Lingkungan Hidup jangan membiarkan operasi hutan secara illegal terus terjadi, akan tetapi harus bersikap tegas.

“Jika terjadi proses pembiaran, maka akan mengancam eksitensi hutan di Kabupaten Nabire.

Oleh karenanya, Keterlibatan TNI dan POLRI dalam berbisnis tersebut,“Telah menginjak-injak harkat dan martabat pemilik hak ulayat.

Sementara itu, Tim monitoring lapangan, dari Dinas Kehutanan Nabire, Arnoldus Berotabui, mengatakan, ada enam Daerah Hutan Lindung yang sudah dan sedang di operasi.

Ini hutan lindung yang dioperasi perusahan-perusahan ilegal di Nabire Papua:

Kali Bambu, Hutan Lindung Kali Oro, Hutan Lindung Ororodo, Hutang Lindung Wadioma, Hutan Lindung Merera, dan Hutang Lindung Wami,  semua itu dikerjakan oleh oknum TNI dan POLRI, “Jelas Anggota Polisi Hutan, Dinas Kehutanan Kabupaten Nabire itu melalui seluter sore tadi.
Jackson Ikomouw