Pages

Pages

Sabtu, 14 Juni 2014

Tidak Boleh Ada Pertumpahan Darah di Papua

JAYAPURA-Penembakan terhadap kelompok kriminal bersenjata yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI, menjadi perhatian serius bagi Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH. 

 Untuk itu, gubernur meminta agar tidak ada lagi pertumpahan darah yang terjadi di atas Tanah Papua ini. 

 “Tidak boleh ada pertumpahan darah di atas Tanah ini. Harganya mahal lagi, tidak boleh terjadi pembunuhan lagi yang terjadi,” kata Gubernur terkait penembakan di Kepulauan Yapen ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (13/6).

  Gubernur mengharapkan jika situasinya sangat genting seperti kejadian tersebut, bisa saja dilakukan, namun pihaknya berharap jangan dilakukan dengan cara-cara saling membunuh. 

  Sekali lagi, gubernur mengharapkan tidak boleh lagi ada pembunuhan di Provinsi Papua. Pihaknya menyarankan agar upaya mencegah lebih baik daripada terjadi pembunuhan terus. Pasalnya, kelompok-kelompok peduli HAM (Hak Asasi Manusia) terus bersuara terkait hal itu, bahkan mereka mendesak kepada gubernur untuk melakukan berbagai upaya pencegahan. 

 “Saya minta kepada saudara-saudara saya bergerak ini,  menggunakan cara – cara terbaik adalah bekerja keras dan membangun diri kita sendiri, jangan dengan cara-cara yang tidak berhak maupun tidak bermartabat,” katanya. 

 Gubernur mengatakan bahwa mestinya Papua harus memberikan jaminan hidup kepada semua orang yang hidup di atas tanah ini.

 Gubernur mengaku telah mendapatkan laporan dari Bupati Kepulauan Yapen, Tony Tesar terkait kasus tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima bahwa kejadian itu, karena Kapolres Kepulauan Yapen melakukan tindakan untuk menyelamatkan diri, karena ada gerakan yang dilakukan oleh yang tertembak itu. 

  “Saya pikir itu, Kapolres melakukan untuk menyelamatkan diri,  demi keselamatan dia. Itu informasi yang kami terima dari bupati seperti itu,” katanya. 

 “Saya berharap nilai 1 pun mati saja mahal harganya, jadi tidak boleh terjadi lagi ada pembunuhan. Kita penduduknya sedikit, tapi kalau dibunuh terus maka akan habis penduduknya,” imbuhnya. 

  Sementara itu, Bupati Kepulauan Yapen, Tony Tesar  menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu warganya tersebut.

 “Kita tahu bahwa kepolisian telah mengambil suatu tindakan terkait dengan kegiatan-kegiatan yang melanggar aturan, sehingga kami merasa bahwa kejadian ini, polisi sudah melakukan sesuai dengan protap yang ada,” kata Bupati Tony Tesar dikonfirmasi terpisah.

 Untuk itu, pihaknya berharap terhadap kelompok-kelompok yang lain seperti kelompok Rudi Orarei dan lainnya untuk bisa kembali kepada pemerintah daerah untuk bersama-sama lagi. Bahkan, pihaknya akan menjamin masalah keamanan dengan mengkomunikasikan dengan pihak kepolisian untuk kembali hidup seperti biasa. (bat/fud)