Pages

Pages

Minggu, 29 Juni 2014

Mahasiswa Papua: "Klakson Pro-Self Determination"

Foto: Ilustrasi/ B-TPN
Buletin TPN, Mahasiswa - "Kita baku lihat siapa saja yang menjadi Tim Pemenang dari salah satu Capres Indonesia dan siapa yang akan coblos," kata Mahasiswa Papua, Mik Tekege, kepada B-TPN saat diskusi bersama Mahasiswa Papua lainnya.


Mahasiswa Papua juga menolak kehadiran Indonesia, bukan hanya para Aktivis dan Tokoh Self Determination. Hal ini terlihat pada ungkapan di atas, Mahasiswa Papua di Yogyakarta.

Pro-Self Determination tidak melihat dari aspek emosional, kesejahteraan atau sejenis.
 
Mereka lebih pada Sejarah: Papua dari nama ke nama, Papua Masa Dekolonisasi, Papua Digirng ke PEPERA, bahkan sejarah Perusahan-Perusahan Asing di Papua yang penuh dengan pelanggaran HAM dan Kebijakan Indonesia.

Di diskusi tersebut yang memakan waktu lima jam, mempertegas kepada orang Papua di mana saja berada, agar memahami apa yang didiskusikan.

Papua dari nama ke nama, pemberian nama untuk Pulau Papua hanya karena, kepentingan individu atau suatu kolektif.

Indonesia memberi nama Papua itu "Irian Barat," yang disebut juga "Irian Jaya." Artinya: Ikuti Republik Indonesia Anti Nederland." Barat, karena bersebelahan dengan Papua Neugini.

Berangkat dari itu, Soeharto mengumandankan di Alun-Alun Utara Yogyakarta, 19 Desember 1961 untuk bubarkan Negara Boneka yang dibentuk oleh Belanda. Umur Papua 18 Hari, dihitung dari 1 Desember 1961.

Papua Masa Dekolonisasi, adalah Papua dalam tahap persiapan sebagai sebuah Negara. Namun, usaha Indonesia, Amerika dan sekutunya untuk terus memperpanjang bahkan menghilangkan ke-Papua-an di Papua. Terlihat, saat dibunuhnya Para Seniman, Tokoh, Masyarakat Sipil yang Pro-Kemerdekaan.

Hingga saat ini, masih ada yang ditahan di Tahanan Indonesia dengan kasus Makar, Melawan Negara. Para aktivis dan Tokoh menjadi buronan, digiring ke Politik Adu-domba.

Papua digirng ke Pepera, hanya karena mau meng-Indonesiakan Papua lewat jalur yang diseting oleh Indonesia, Amerika dan sekutunya. Hingga pada hasil akhirnya dimenangkan oleh kelompok yang penuh ber-kepentingan di Papua, Pepera adalah finish menurut PBB, Indonesia, Amerika dan Belanda. Karena, dari hasil Pepera lahir Resolusi dan Pernyataan-pernyataan yang benar-benar meng-Indonesia-kan Papua.

Perusahan-perusahan yang ada juga memunyai garis sejarah yang kontroversi, bahkan ada juga yang baru seperti; MIFEE, dan lainnya.
Kehadiran yang sangat merugikan, membunuh.

Pemerintah juga meng-ia-kan. Karena, memikir kepada PAD dan Utang Politik.

Kebijakan Indonesia lahir dari kepentingan Indonesia yang meng-Indonesia-kan Papua.

Diskusi yang panjang ini tidak memunyai moderator, namun B-TPN mengutip bagian-bagian yang memang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut.

Di akhir diskusi, mahasiswa Papua mengecam kepada Senioritas yang nantinya memanfaatkan, orang Papua yang ikut dalam Tim Pemenang dan Ikut dalam Coblos.

"Kita akan buat daftar dan akan ketemu dipenghujung jalan," kata seorang mahasiswa Papua, Pode D, saat akhir diskusi. (Admin/B-TPN)