Pages

Pages

Senin, 30 Juni 2014

HUT PROKLAMASI WEST PAPUA, INTELJEN MENCARI INFORMASI KIRI-KANAN MUKA BESAR

Tepat pada hari selasa 1 juli 2014 besok adalah “ Hari Ulang Tahun Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Papua yang ke 43 tahun”  sejak 1 juli 1971 di Victoria Markas besar Tpn-Opm. yang jelasnya Orang Asli Papua (OAP) mengadakan hari persejarah ini dengan Aksi Damai, Aksi Upacara Bendera pembacaan proklamasi, dan Aksi ibadah bersama, sesuai dengan masing-masing situasi kondisi daerah.
 
Hanya karena Jelang momen  1 juli  Badan Inteljen  Indonesia (BIN) bersama TNI-Polri serta Militer Nonorganik lainnya, Barisan Merah Putih (BMP), Koalisi Merah Putih (KMP), Gerakan Merah Putih (GMP), BAIS sedang melakukan sweeping dan melacak informasi kiri-kanan muka Besar siang dan malam di setiap daerah Pulau Papua dan luar Papua (diamana Orang Asli Papua berada).
 
Aktivitas Intel dan TNI-Polri  mulai memperketat menunjukkan militeristik mempersempit ruang demokasi dan ruang untuk menyampaikan hak-hak politik dimuka umum sesuai dengan UUD 1945 Pasal 28 Tentang Hak-hak  kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan.
 
Dan UUD 1945 Pasal 1 Ayat 3 menyatakan Negara Indonesia adalah Negara Hukum. Tetapi hukum yang dimaksud Indonesia orang asli papua tidak pernah dirasakan. Negara hukum tetapi rakyat papua tidak memihak pada orang papua, berarti bahwa orang papua tidak termasuk warga Negara Indonesia. Karena hukum dan demokrasi tidak berlaku di Papua.
 
Satu hal lagi, bahwa “ kemerdekaan itu ialah Hak Segala Bangsa” sudah jelas dimuat dalam UUD 1954 Aline Pertama,   untuk menentukan nasib sendiri  sebuah bangsa. Tetapi Negara yang menganut berdasarkan hukum tetapi hanya simbolitas belaka diatas kertas.
 
Cukup jelas dan terbukti  intruksi Pandam Cenderwasih dan KAPOLDA Papua mengeluarkan dan memfasilitasi semua satuan baik Militer oraganik  berpakian Army maupun-non-organik  Inteljen/Preman. Hanya untuk mendonai sejarah suci bagi rakyat Bangsa Papua.
 
Sikap militer yang dikeluarkan oleh Pandam-Kapolda bahwa Polisi Jayapura waspadai 5 daerah Rawan, Lima kabupaten tersebut, yaitu  Perbatasan Keerom, Kabupaten Jayapura, Puncak Jaya, Kabupaten Lanny Jaya, dan Kepulauan Yapen. Serta beberapa Kabupaten Papua lainnya.

"Tetap ada antisipasi tempat-tempat tertentu, tempat-tempat yang tradisional lah sebagaimana yang sudah kita ketahui, seperti Perbatasan Keerom, kemudian Kabupaten Jayapura, Puncak Jaya dan Lanny Jaya. "Itu yang menjadi atensi," tegas Kapolda Papua Irjen M. Tito Karnavian kepada dilansir (Liputan6.com).

Pesan singkat yang diterima media online ini berupa ajakan bahwa “Selamat Merayakan  Hari bersejarah  bagi orang papua Wajib merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Papua, dimanaPun berada dan situasi apapun. (M/Admin) / sUMBER : http://www.malanesia.com