berjuang tetapi aku akan dihukum oleh binatang buas
''akulah korban papua"kata orang papua yang di tindas. "akulah saksi sejarah" kisah orang yang hak suaranya dirampas. "akulah korban perampasan" ungkapan orang papua yang tanah dan kekayaannya di sita. "akulah saksi bisu" kata alam papua menyaksikan penindasan semua korban dinegri ini bertanya: "kapankah kami akan bebas dari tirani penindasan ini ?" burung-burung cenderawasih menjawab "hiasilah jiwamu seperti dirimu seperti kami" semut-semut pun menjawab: "burung-burung merpati juga menjawab: " tulus dan rendah hati seperti kami " ular-ular pun menjawab :liciklah seperti kami"
burung wirewit menjawab :"sadarlah akan penindasan ambil komitmen,
bersatu dan lawan. juga sadar akan berdosa, menyesal dan bertobat itulah
kunci untuk masuk ke kota emas {firdaus papua}". dari suara tak
bersuara...... "kapankah kami akan bebas dari tirani penindasan ini ?" burung-burung cenderawasih menjawab "hiasilah jiwamu seperti dirimu seperti kami" semut-semut pun menjawab: "burung-burung merpati juga menjawab: " tulus dan rendah hati seperti kami " ular-ular pun menjawab :liciklah seperti kami"
burung wirewit menjawab :"sadarlah akan penindasan ambil komitmen,
bersatu dan lawan. juga sadar akan berdosa, menyesal dan bertobat itulah
kunci untuk masuk ke kota emas {firdaus papua}". dari suara tak
bersuara......
HARGA DIRIMU LENYAP
Kemarin kau bilang Di tanah ini kau hambur kasih Di langit ini kau tabur sayang Suka cita menghias hidup
Tapi mengapa hari ini Di tanah ini kau hambur darah? Di langit ini kau tabur tangis? Duka cita membelenggu hidup?
Barangkali semalam suntuk Kau kerasukan setan maut Kau kesurupan iblis neraka Hingga harga dirimu lenyap
KETIKA JIWA MENGGUGAT
Bangun pagi dengan kebimbangan Karena hati terus bertanya, Adakah insan yang jadi korban hari ini? Siapakah mereka?
Sambut siang dengan kepanikan Karena di atas tanah ini, Dentuman mesiu membahana Insan gugur berbalut darah
Tidur malam dengan kebingungan Karena jiwa menggugat, Mengapa mereka jadi korban? Mengapa kau diam membisu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar