Pages

Pages

Selasa, 22 Oktober 2013

Kopassus Meneror Ketua KNPB Merauke

Ilustrasi
Merauke,  - Aksi teror mental terhadap aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) kembali terjadi di Merauke, West Papua. Kali ini Ketua KNPB Wilayah Merauke, Gento Emerikus Dop, dan beberapa anggota Parlemen Rakyat (PRD) diintai, diinterogasi dan dibuntuti oleh Anggota Kopassus (Komando Pasukan Khususu) pada Jumat 26 sampai 27 Juli kemarin Lalu. Berikut kronologis kejadiannya.
 
KRONOLOGIS BENTUK INTIMIDASI KOPASUS
 
Pada hari Jumat 26 Juli 2013, kurang lebih jam 10.30 WPB, dua orang anggota Kopassus mendatangi Kantor Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Merauke, dengan maksud untuk bertemu dengan tuan Gento Emerikus Dop, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Merauke yang juga sebagai Ketua KNPB Wilayah Merauke. Lalu tuan Gento bertemu dengan mereka dan menanyakan kepada mereka tentang tujuan kedatangan mereka.
 
Tuan Gento bertanya kepada mereka, Bapak ada perlu apa? Lalu salah satu dari kedua anggota kopasus itu menjawab bahwa mereka adalah temannya bapak Marius Atapen. Setelah iitu tuan Gento langsung pamit dan pergi dari kantor karena ada urusan yang harus diselesaikan.
 
Pada hari Sabtu, 27 Juli 2013 kurang lebih jam 10.30 WPB, tiga orang anggota kopasus bernama Putra, Heri, Akbar mendatangi sekretariat KNPB Wilayah Merauke. Maksud kedatangan mereka adalah ingin bertemu dengan Ketua PRD Wilayah Merauke. Pada saat itu Ketua KNPB tidak berada di Sekretariat. Setelah itu mereka menuju ke rumah Ketua KNPB Merauke untuk bertemu. Namun mereka tidak sempat masuk ke rumah tuan Gento tetapi hanya pantau di depan rumahnya lalu pergi. Jarak dari Sekretariat KNPB/PRD ke rumah tuan Gento kurang lebih 100 meter.
 
Pada hari Senin, 27 Juli 2013 kurang lebih jam 10 WPB, ketika tuan Gento sementara bercerita dengan teman – temannya di kedai (tempat jual sayur) milik ibu Sisilia yang terletak di depan kantor kelurahan kelapa 5, dua orang anggota kopasus dengan mengendarai motor megapro mendatangi tempat tersebut. Setelah mereka dipersilahkan duduk, langsung mereka bercerita tentang bapak Marius Atapen yang juga menanam dan menjual tomat. Setelah itu mereka bertanya langsung ke tuan Gento yang duduk berdampingan dengan anggota kopasus. Pertanyaannya seputar aktifitas dari yang bersangkutan. Bunyi pertanyaannya seperti ini, kopasus : bapak kerja di mana? Kemudian tuan Gento menjawab, “saya pegawai dinas pertambangan.” 
 
Setelah itu mereka (kopasus) bertanya lagi kepada tuan Gento, kopasus : 
 
sudah pulang kerja kah/kapan pulang kerja? Tuan Gento mejawab mereka : 
 
“urusan pulang dan tidak itu urusan saya.” Lalu tuan Gento pamit dan pergi.
 
Selang berapa jam kemudian dua orang anggota kopasus juga membuntuti penasehat KNPB/PRD yang juga suami dari ibu Ketua PRD, tuan Mathias Tambaip ketika sedang dalam perjalanan menuju ke kantor distrik Merauke sebagai tujuan awal. Tuan mathias menggunakan motor revo. Namun dalam perjalanan ke kantor distrik tuan Mathias berpapasan dengan dua orang anggota kopasus yang menggunakan sepeda motor megapro yg berbeda. Yang bersangkutan tidak langsung masuk ke kantor distrik tetapi merubah tujuan perjalanannya hanya untuk mengelabui lantaran dia dibuntuti. Ketika dalam perjalanan dua orang anggota kopasus yang tadi berpapasan terus membuntuti tuan Mathias ke arah kota. Untuk memastikan bahwa dua orang anggota kopasus tersebut benar membuntuti tuan Mathias, maka yang bersangkutan singgah di warung makan Kediri dan melihat ke arah dua anggota kopasus. Warung makan ini terletak di jalan Brawijaya. Pada saat itu mereka (dua anggota kopasus) tersebut berhenti di seberang jalan. Ternyata benar, bahwa dua orang anggota kopasus itu sedang membuntuti tuan Mathias.
 
Setelah dari warung makan tuan Mathias melanjutkan perjalanan menuju ke kantor distrik. Dalam perjalanan menuju ke kantor distrik mereka terus membuntuti. Setelah tiba di kantor distrik yang bersangkutan menyelesaikan urusannya lalu hendak pulang. Dua anggota kopasus tadi sudah tak kelihatan lagi. Tuan Mathias berpapasan dengan dua orang anggota kopasus lainnya ketika hendak pulang ke rumah. Dua anggota tersebut mengganti posisi dua temannya dalam melakukan pembuntututan dan pemantauan terhadap tuan Mathias hingga yang bersangkutan tiba dengan selamat di rumah.
 
Demikian laporan dan kronologis yang dapat kami sampaikan.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar