Pages

Pages

Minggu, 25 Agustus 2013

KONI DKI JAKARTA PERTANYAKAN KEAMANAN PAPUA

Drs. Ismail Rumbiak (Jubi/Roberth Wanggai)
Jayapura, 24/8 (Jubi)Pada umumnya hasil tim loby untuk Papua tuan rumah PON 2020, mendapat respons positif, namun  sebagian mempertanyakan kondisi keamanan di Papua. Diantaranya, KONI DKI Jakarta.

Hal ini dikemukakan Ketua Bidang Organisasi KONI Papua, Ismail Rumbiak ke tabloidjubi.com di kantor KONI Papua APO Jayapura, Sabtu (24/8). Menurut Ismail, saat tim melakukan loby ke KONI DKI Jakarta beberapa waktu lalu, justru masalah keamanan Papua dipertanyakan oleh Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI DKI Jakarta, Icuk Sugiarto.

Mantan atlit bulu tangkis terbaik Indonesia itu mempertanyakan kondisi keamanan di Papua. “Menurut Icuk, masalah keamanan di Papua tidak bisa diselesaikan oleh orang Papua, itu adalah tanggungjawab negara,” kata Ismail meniru kata-kata Icuk kala itu.

Lanjut Ismail, dari hasil pertemuan dengan Ketua Umum KONI DKI Jakarta, mereka memberi dukungan tertulis, akan tetapi beberapa syarat harus dipenuhi oleh Provinsi tertimur Indonesia ini untuk menjadi tuan rumah PON 2020. Diantaranya, 20 persen  infrastruktur harus tersedia di Papua. Selanjutnya, sumber daya manusia harus tersedia dengan baik.

Hal senada juga disampaikan Asis Matdoan, bagian humas tim loby Papua. Asis mengaku, kendati mendapat pernyataan dukungan tertulis, masih saja beberapa daerah mengkuatirkan faktor keamanan dan kesulitan transportasi. “Dapat pernyataan dukungan tertulis, tapi ada daerah yang kuatirkan faktor keamanan dan sulitnya transportasi,” tulis Matdoan ke tabloidjubi.com via ponsel.

Hasil tim loby Papua tuan rumah PON 2020 sudah dilakukan dibeberapa wilayah. Masing-masing DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Palu, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Padang, Lampung dan Kendari. “Setelah ini kami akan ke NTB, NTT dan ke dataran Kalimantan,” tambah Ismail yang juga merupakan tim loby KONI Papua ini. (Jubi/Roberth Wanggai)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar