Pages

Pages

Minggu, 25 Agustus 2013

Konferensi Gereja - Gereja Pasifik Berdoa Untuk Keselamatan Freedom Flotilla


Perahu layar misi perdamaian dan budaya dari Australia

menuju Papua Barat bertajuk Freedom Flotilla.(Jubi/ist)

Jayapura — Konferensi Pasifik Gereja (PCC) telah menegaskan kembali dukungannya bagi masyarakat di  Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri bagi masa depan mereka. PCC juga berdoa untuk misi Freedom Flotilla bisa berjalan sukses.
Hal  ini diungkapkan  Sekretaris Jenderal PCC Pendeta Francois Pihaatae saat memberi komentar tentang misi perdamaian yang dilakukan oleh kelompok aktivis dalam pelayaran dalam kapal layar Freedom Flotilla dari Australia menuju Papua Barat, mereka telah berlabuh di Cooktown  sebagaimana dikutip tabloidjubi.com, Jumat(23/8) dari PACNEWS, Suva Fiji.
“Majelis Umum PCC di Honiara pada Maret mendukung upaya penentuan nasib sendiri di Papua Barat, Maohi Nui (Polinesia Perancis), Kanaky (Kaledonia Baru) dan di tempat lain di wilayah ini,” kata Rev Pihaatae.
“Hari ini kita telah memperbaharui panggilan itu dan mendesak semua orang untuk berdoa di Pasifik guna memproses pemulihan ini.”
Dalam panggilan ibadah secara terpisah, Pasifik dan masyarakat Australia akan berdoa pada 27 Agustus untuk keselamatan armada Freedom Flotilla dan keberhasilan misinya.
Armada Freedom Flotilla akan melaut lagi selama akhir pekan  dan akan terus utara melakukan  perjalanannya ke Laut Coral di wilayah perairan Indonesia  di Papua Barat. Meski kedatangan mereka mendapat ancaman dari Indonesia dan penolakan Australia untuk memberikan dukungan bagi mereka. Anggota Flotilla berharap misi ini untuk meningkatkan kesadaran dari kekerasan oleh pasukan Indonesia terhadap aktivis kebebasan di wilayah Papua Barat.(Jubi/dam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar