Pages

Pages

Jumat, 30 Agustus 2013

Buanglah Bangkai Kolonialisme dan Lawan!!

Tuan Macko ,Lwan,lawan
Teruslah gelorakan perlawanan dalam gerakan real, sambil terus menggalang persatuan perlawanan. Kolonialisme diatas bumi Cenderawasih kian membusuk dalam kesadaran perlawanan rakyat.
 
Bahwa setiap resim kolonialisme dan kebijakannya terbukti gagal membangun Papua, dan praktis, setengah abad lamanya, berhasil melahirkan para kapitalis birokrat lokal Papua yang bermental budak, korup, dan anti rakyat.
 
Terbius dan terpaku dalam kuasa uang dan kedudukan kolonialisme bukanlah ukuran perubahan. Sebab, praktis hanya memperdaya perangkat kolonialisme, untuk memperkuat cengkraman kolonial diatas tanah Papua. Ini tidak wajar, dan lagi, ini sangat memalukan, juga memiluhkan cita-cita Papua yang harus bangkit dan keluar dari kungkungan kolonialisme dan perangkap kapitalisme, berdiri di ufuk timur tempat matahari terbit, sebagai sebuah bangsa bermatabat, yang derajatnya diakui sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
 
Bahwa, sampah kolonialisme yang kian membusuk dalam kesadaran gerakan perlawanan rakyat Papua tak boleh -sekali lagi tidak boleh- didaur kembali. Partai-partai kolonial yang beradu dalam sistem politik kolonial dengan segala ilusi dan jargon-jargon perubahan sudahlah usang, sudah busuk dan berulat. Orang Papua, Jangan lagi mengais, apalagi menjilat bangkai kolonial itu.
 
Lihatlah Papua dari kepapuaan. Keluarkan mainset kolonial dalam otak itu. Sembuhkan virus hegemoni kolonial yang kian kronis dalam hati, pikiran, dan perilakumu. Sadarlah bahwa, perubahan dalam kolonial hanyalah ilusi, dan yakinlah bahwa perubahan sejati hanya ada ketika kita mengambil alih (kembali) kontrol hidup dan tanah ini dari para penguasa kolonial dan kapitalis asing.
 
Papua Merdeka adalah sebuah ideologi yang akan terwujud tanpa Penguasa Kolonial Indonesia dan Kapitalis Global. Kuasa atas tanah ini diberikan oleh Sang Pencipta untuk orang Papua, sehingga kita berhak menguasai dan wajib menjadi penguasa diatas tanah ini tanpa Indonesia dan asing.
 
Lihatlah Fajar merekah di ufuk timur, dan siul burung surga kian berkicau memanggilmu kembali. Ikatlah kembali simpul sosialisme yang terputus kemarin. Kembalikan budaya demokratis. Dan bangun persatuan perjuangan, disini, diatas tanah yang engkau pijak.
 
Para penindas tidak menunggu kita untuk menindas. Para komprador lokal dan nasional Indonesia terus memompa kepentingan. Lihatlah, Jenderal-jenderal bajingan kolonial itu kian mengkonsolidasi kekuatan untuk Pemilu Indonesia 2014.
 
Disini, kita akan terus kobarkan perlawanan. Ayo, bangun Komite-Komite Perlawanan dari kota ke kampung-kampung. Budayakan demokrasi, martabatkan perjuangan dengan membentuk dan memperkuat Parlemen-Parlemen Rakyat Daerah.
 
“Kita Harus Mengakhiri”
 
Pengurus KNPB Pusat
 
Sumber :  www.knpbnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar