Pages

Pages

Senin, 17 Juni 2013

KTT MSG Bagi Papua Barat

Bendera Utama anggota MSG (paling kanan)
dan bendera anggota anggota

Lima anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) pada tanggal 18 hingga 21 Juni 2013 akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT MSG yang ke-18) di Kaledonia Baru. Vanuatu, Papua Nugini, Salomon Island,  Fiji dan FLNK (Front de Liberation Nationale Kanak et Socialiste). Sedangkan Papua Barat (wilayah Timur Indonesia) telah didaftarkan dan akan di bahas keanggotaannya pada KTT ini. 
Melanesian Spearhead Group (MSG) dibentuk berdasarkan “Agreed Principles of Cooperation Among Independent States of Melanesia” yang ditandatangani di Port Vila pada 14 Maret 1988. MSG beranggotakan Fiji, Front de liberation nationale kanak et socialiste (FLNKS) Kaledonia Baru, Papua Nugini, Solomon Islands, dan Vanuatu.

MSG merupakan badan resmi di bawah PIF (Pacific Islands Forum), yaitu lembaga resmi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB sebagai lembaga internasional selalu ketat dengan prosedur dan birokrasi organisasi. 

Sebagai salah satu wadah birokrasi PBB di kawasan Melanesia, yang menyampaikan resolusi dan keputusannya kepada PIF, yang kemudian diteruskan kepada Sidang Umum PBB dan sesi - sesi dengar pendapat dan rapat-rapat Komisi serta Sub-Komisi di Kantor PBB.

Bila Papua Barat (Sorong hingga Merauke) didaftarkan sebagai anggota MSG, maka secara resmi dalam birokrasi dan prosedur administrasi PBB isu West Papua menjadi bagian dari isu-isu PBB pada tingkat kawasan, yang kemudian akan meningkat ke tingkat PIF, lalu ke tingkat Komisi dan Sidang Umum.
13713314201766642985
Dokumen Perjanjian MSG Terdiri dari 23 Pasal

Keputusan KeputusanPenting
Paska pendirian organisasi dagang dan politik regional di kawasan pasifik, MSG telah menyepakati dan menyetujui sejumlah draft yang dikenal perjanjian. Ada 23 AGREEMENT ESTABLISHING THE MELANESIAN SPEARHEAD GROUP dan 21 pasal perjanjian dagang (MELANESIAN SPEARHEAD GROUP (MSG) TRADE AGREEMENT). 

Perjanjian dagang di sepakati pada tanggal 7 Juni 1996 ditandatangani sebuah dokumen yang berjudul sama yaitu “Agreed Principles of Cooperation Among Independent States of Melanesia”, Kiriwana, Trobriand Island, yang isinya menyepakati kerja sama untuk memajukan perekonomian negara anggota. Dalam KTT ke-16 di Goroka, Papua Nugini, 19 Agustus 2005 disepakati pembentukan Sekretariat MSG yang berkedudukan di Port Vila.

Tekad dari MSG pada draft yang diterima penulis, adalah menghormati prinsip-prinsip hukum internasional yang mengatur hubungan antar bangsa, seperti prinsip-prinsip kedaulatan, kesetaraan kemerdekaan semua negara dan tidak ikut mencampuri urusan negara masing masing.

Sedangkan keputusan untuk menjadikan FLNKS sebagai anggota MSG melaui sebuah perjanjian yang berjudul “Agreement Establishing the Melanesian Spearhead Group” yang draftnya telah diselesaikan pada bulan Maret 2007. Dalam Agreement tersebut disepakati untuk menyertakan FLNKS dari Kaledonia Baru sebagai anggota dengan reservasi terhadap pasal 10, 11, dan 12 sesuai dengan pasal 19 ayat 5 (draft) Agreement tersebut yang mengatur anggota berstatus sebagai organisasi/wilayah yang bukan negara merdeka.

Pada tanggal 14-15 April 2008 diselenggarakan rangkaian pertemuan MSG yang berpuncak pada KTT ke-17 di Port Vila, Vanuatu, sekaligus peresmian Sekretariat organisasi tersebut. Pada KTT MSG ke-18 di Fiji, Indonesia untuk pertama kalinya diterima sebagai Observer (peninjau). Diharapkan dengan menjadi observer dalam MSG, Indonesia akan dapat bekerja sama lebih erat dan memberikan kontribusinya kepada negara-negara anggota MSG.

1371331561426897370
Perjanjian Dagang Anggota MSG, 21 Pasal

Perselisihan
Ambisi Papua Barat untuk di daftarkan kedalam MSG mendapat tanggapan berbeda beda. Baik dari kalangan pro Papua Merdeka maupun Indonesia sebagai pengayom wilayah ini. Tak hanya itu, Amerika Serikat sebagai polisi dunia pun tak tinggal diam. Berbagai cara dilakukan untuk tetap mengambil bagian. Perdagangan tentunya harus menguntungkan AS.

Departemen Luar Negeri Indonesia secara resmi menyebut MSG sebagai kekuatan baru pada hubungan regional di kawasan Pasifik. Hubungan diplomatik kawasan pun meningkat akhir akhir ini terutama jelang KTT MSG yang ke-18 di Kaledonia Baru.

Bahkan tak tinggal diam, diplomat Papua Merdeka pun melakukan lobi lobi oraktis kepada negara negara anggota MSG agar draft pendaftaran Papua Barat di setujui. Ada pula yang lebih nyaring lagi. Diplomat Papua menyatakan bila diterima sebagai anggota MSG, merupakan langkah positif bagi keluarnya negeri cenderawasih ini dari bingkai NKRI. 

Bukan saja Papua berselisih dengan pemerintah Indonesia. Kemandirian politik maupun ekonomi kawasan Pasifik mengancam habitat Amerika. Hubungan negara negara anggota APEC yang kendor juga bias pada adanya MSG. Amerika dianggap tidak konsisten pada penyelenggaraan APEC. Kawasan pasifik kemudian menyatu pada MSG dan menyepakati perdagangan regional.

Perselisihan kemudian berlanjut. Australia, rivalnya AS, yang selama ini menggenggam sebagian negara negara pasifik tidak tinggal diam. Adalah Fiji, pemerintahan militer yang berkuasa saat ini kembali mengancam eksistensi Australia di kawasan. Poros Fiji-Cina di perkuat dengan hubungan kerja sama. Cina memberi peluang dengan bantuan 2 miliar dollar. Perselisihan pun kian panas.

Hadirnya MSG membuat angin segar bagi wilayah yang dianggap “koloni”. FLNKS maupun Papua Barat dianggap penting. Selain isu isu politis, wilayah ini memiliki sumber daya alam yang cukup besar bagi peningkatan dagang.
13713320461356381846
Delegasi WPCNL di Vanuatu Mendaftarkan Papua Barat Ke Kantor MSG. Andi Ayamiseba (depan, kiri) Berpose saat penyerahan berkas Papua Barat. Diterima untuk di bahas pada KTT MSG ke-18.

Papua Barat Harus Mandiri
Suhu politik di Papua seakan meningkat kearah pasifik dengan adanya MSG. Selama ini publik terus melahap perkembangan Papua merdeka hanya dari arah Australia, Amerika maupun Inggris. Pemerintah Indonesia pun tak bisu dengan geliat Papua. Hubungan regional dilancarkan. Kepada PNG, Vanuatu, Selandia Baru, hubungan diplomatik meningkat drastis. 

Disatu sisi, dukungan bagi Papua meningkat. Direktur Jenderal Melanesian Spearhead Group, Mr.Peter Forau, mengatakan, sebagai wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam sangat besar, harus diperhitungkan oleh masyarakat internasional.

Peter Forau mengingatkan bahwa sumber daya alam di kawasan pasifik sangat besar potensinya. Sekalipun Kaledonia Baru dan Papua Barat masih menjadi koloni, para “Kanaks” sudah terwakili dalam MSG oleh Front de Liberation Nationale Kanak et Socialiste (FLNKS), sedangkan representasi Papua Barat akan diselesaikan segera pada KTT MSG ini. “Kekuatan MSG harus diperhitungkan saat dua wilayah terjajah menjadi independen secara politik di masa depan” kata Forau.

Sementara itu, salah satu ekonom dari Universitas Australia, Jim Elmslie, dengan tesis berjudul; Irian Jaya Under Gun: Pembangunan Ekonomi Indonesia vs Nasionalisme Papua Barat, ia menganalisis dampak dampak pembangunan di Papua Barat. Dia pun menemukan perbedaan yang tragis antara produktivitas; ekonomi, penduduk dan kemajuan hidup. Parameter dari Papua Nugini, Indonesia dan Papua Barat terungkap. Penulisan tersebut sebagai gambaran bahwa West Papua penting di perhitungkan.
137133226569613374
Economics and social indicators in West Papua. By Jim Elmslie

Kepentingan politis bagi Papua Barat pada MSG oleh, Lawson Samuel, seorang analis politik independen dari Vanuatu, mengatakan MSG sebenarnya membantu Forum Kepulauan Pasifik untuk memimpin pergerakan isu-isu tertentu yang penting seperti kemerdekaan Kaledonia Baru dan Papua Barat. Secara historis, baginya, MSG didirikan untuk mendukung dekolonisasi Kaledonia Baru dan Papua Barat. 
Menurut Samuel, MSG harus terlibat dengan pemerintahan di lingkup regional seperti Pacific Islands Forum (PIF) dan mitra internasional di tingkat bilateral dan multilateral untuk menyebarkan pesan dan dukungan bagi FLNKS dan Papua Barat.

Keseriusan Papua masuk anggota MSG tak hanya isu belaka. Kantor Sekretariat MSG (Melanesian Spearhead Group) telah menerima lamaran West Papua (diwakili oleh WPNCL – West Papua National Coalition for Liberation) untuk menjadi anggota MSG.

Walaupun lamaran ini harus disetujui oleh Ketua dan anggota MSG, penekanan dan ulasan disampaikan bahwa West Papua menurut kodrat ialah bagian dari keluarga besar Melanesia, jadi tidak ada alasan untuk mengabaikan eksistensi dan keanggotaan West Papua dalam keluarga Melanesia.
Sementara Indonesia yang bukan bagian dari keluarga Melanesia saja telah diberikan status peninjau baru-baru ini, maka ditegaskan oleh politisi senior pendukung Papua Merdeka, Barak Sope bahwa West Papua memang pantas dan harus diterima sebagai anggota MSG.

Diterima atau tidaknya Papua sebagai anggota MSG, wadah tersebut semakin menegasikan suatu pergeseran ekonomi maupun politik di dunia. Daripada di kekang terus selama ini oleh Amerika Serikat, perserikatan Melanesia merupakan “ruh” baru dalam menggapai suatu kemandirian.

Mandiri secara politik maupun ekonomi. Terutama sesuai semangatnya demi meningkatkan tali persaudaraan. Sama halnya dengan zona dagang bagi negara negara sosilais di Amerika Latin, yang dirintis oleh Presiden Venezuela, alm.Hugo Chavez, mendirikan ALBA (Bolivarian Alliance for the Americas).