Pages

Pages

Jumat, 28 Juni 2013

Atribut West Papua Warnai Aksi Damai AMP Solo

Atribut Bintang kejora dalam demo mahasiswa
 (Foto: Aktual.co/Fajar Sodiq)
Solo — Atribut bendera Bintang Kejora ikut dibawa dalam demo yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) cabang Solo di Bundaran Gladak, Solo, Senin (10/6). Dalam aksinya, mereka mendukung dan menuntut kemerdekaan Papua Barat dari negara Indonesia.

Aksi demo yang diikuti puluhan mahasiswa Papua yang sedang menempuh studi di perguruan tinggi di Solo mendapat pengawalan yang ketat dari petugas keamanan. Dalam aksi tersebut, mereka membawa poster bertuliskan ‘Free West Papua’, dan foto-foto takyat Papua yang menjadi korban pelanggaran HAM. Bahkan, mereka juga mengenakan atribut Bintang Kejora dalam bentuk penutup kepala, ikat kepala gitar, spanduk, dan tato cat di wajah.

Juru bicara AMP Solo, Frans Hisage menyatakan aksi demo  digelar sebagai bentuk satu rangkaian aksi secara nasional untuk West Papua. Selain itu, aksi yang digelar pada hari ini tanggal 10 Juni 2013 bertepatan dengan digelarnya lobi-lobi politik oleh Melanesian Spearhead Groups (MSG).
 "Lobi-Lobi politik itu dilakukan terutama untuk menentukan status Papua Merdeka," kata Frans yang juga mahahasiswa  Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Senin (10/6).
Sebagai kepanjangan representasi rakyat Papua, lanjut dia, para mahasiswa mendukung gerakan dipolmasi untuk kemerdekaan Papua Barat. Salah satu dari agenda pertemuan MSG adalah pembahasan proposal West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) untuk mengajukan Papua Barat menjadi anggota MSG.
"Kami sebagai mahasiswa Papua mendukung gerakan tersebut. Sebagai manusia, kami mempunyai hak untuk menentukan nasib kami sendiri. Jadi tuntutan kami adalah merdeka," tegas dia.
Sehubungan dengan MSG Summit tersebut, para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua menyatakan sikap, pertama, mendukung sikap negara-negara rumpun Melanesia untuk mejadikan Papua Barat menjadi anggota MSG.
Kedua, mendesak pemerintah Indonesia untuk membuka ruang demokrasi dan memberikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua.
Ismed Eka Kusuma -

Sumber : www.aktual.co