Pages

Pages

Rabu, 29 Mei 2013

PENGUMUMAN A MASS GRATIS PAPUA BARAT PADA PROTES 6TH Juli LUAR INDONESIA KEDUTAAN, LONDON

Kami akan mengadakan unjuk rasa massa dengan pidato oleh pendukung terkenal Kampanye pada 6 Juli untuk mengenang tepatnya 15 tahun untuk hari pembantaian Biak di Papua Barat selama lebih dari 200 orang Papua yang tidak berdosa, wanita dan anak-anak dibunuh oleh tentara Indonesia hanya untuk mengibarkan bendera nasional mereka.

Lebih dari 200 orang diperkirakan akan menghadiri demonstrasi ini, kami akan mengundang pembicara terkenal seperti Mark Thomas, George Monbiot, Peter Tatchell, Caroline Lucas serta berbagai hak asasi manusia internasional dan kelompok advokasi.

Kami akan memprotes ini genosida yang terus berlanjut dengan tidak satu prajurit pun Indonesia hisab atas kejahatan mereka terhadap kemanusiaan.

Berikut adalah video pendek tragedi ini, Pembantaian Biak: https://www.youtube.com/watch?v=VbbndM9U4Fs
Pada 6 Juli 1998, Papua dari pulau Biak mengangkat bendera Bintang Kejora di atas menara air kota mereka.

Pada 05:30, sementara orang-orang masih tidur di bawah bendera mereka, tentara Indonesia tanpa ampun melepaskan tembakan pada orang yang tidak bersalah selama 4 jam.

Tentara kemudian menyerbu rumah-rumah sipil dan memaksa semua orang keluar di bawah todongan senjata ke dua kapal angkatan laut dan mengalahkan, diperkosa menyiksa mereka di depan keluarga mereka dengan cara yang terlalu brutal dan grafis untuk menggambarkan.

Dua ratus orang kemudian dimutilasi dan dibuang di laut, dua mayat yang ditemukan adalah seorang wanita masih memegangi anak mungilnya.
Bagaimana Indonesia bisa menggambarkan dirinya sebagai "demokrasi" ketika mereka masih melakukan kekejaman mengerikan seperti ini?

Kita tidak boleh lupa tragedi ini.

Kami akan protes sepanjang hari dan membiarkan Indonesia tahu bahwa orang-orang dari perawatan dunia tentang orang-orang Papua Barat.

Jika Anda dapat membuat itu, ini adalah kesempatan Anda untuk menunjukkan dukungan penuh kami secara pribadi untuk orang yang menderita dari Papua Barat.(Sumber Facebook/Free West Papua Campaign)