Pages

Pages

Senin, 15 April 2013

PUISI PAPUA

Dibalik Jeritan dan Tangisanku!
Saudaraku west Papua
Laskar-laskar muda-mudi Wantara/Papua
Marilah kita bangkitkan juang semangat
Berstau padu dan bergandeng tangan
Majulah serentak tanpa mundur
Untuk menerobos benteng-benteng pertahanan kloni jawa di seluruh tanah Papua Barat
Untuk merebut kembali tanah jajahan indonesia
dan mengambilnya dengan seutuhnya
di tangan gadis-gadis Papua
salam merdeka, merdeka tetap merdeka.
Ritual Bathin
Demi sebuah Harga Diri dan Kehormatan,
kelasku kugantung
Bukupun tertutup rapat
terasa berat beban sejarah yang harus dipikul
Air mata kering terasa pahit tersimpan dalam dadaku
Terdengar alunan seruling tulang nelulang
Dendangkan Nyanyian Jiwa”Hai Tanahku Papua”
Membuat tak bisa berhenti berpikir,walau sebentar,
yang di hutan mengembara tak perna lelah
walau hanya dengan Panah dan Tombak
demi Tanah Perjanjian TUHANnya
Tenggelam dalam lembah sejarah
kutelusuri dimana kesalahan bangsaku hingga harus begini,
Mohon ampun ya Tuha,Allah Maha Pencipta
Bangsa Papua atas segala dosa bansaku
Jangan berpaling dari kami
datanglah hari ini
Urapi berkat-Mu
dan datanglah menjadi Raja atas tanah dan bangsa kami
Kemanakah Ayahku pergi?
Petang sepi, aku bisik mama
Mengapa aku hidup tanpa Ayah?
Mungkinkah aku tinggalkan sanak-saudaraku?
Kemana Ayahku pergi?
Dimana saudara-saudaraku berada?
Siapa yang memangil mereka?
Siapa yang membawa mereka?
Siapa yang menjemputnya?
Bukankah Pemuda Wantara/Papua?
Bukankah Pemudi Wantara/Papua?
Oh…anakku sayang,anakku manis,Anakuku yang kucintai
Jangan kau bimbang hatimu….
Jangan kau ragukan jiwamu…
Asal kau genggamkan jejaknya,
jadikan pahlawanmu.
 By  Telius yikwa