Pages

Pages

Jumat, 29 Maret 2013

NABIRE, PELAJAR SMA DI TIKAM DIDUGA OLEH INTEL POLISI

Korban Pit Yogi
Nabire -- salah satu Pelajar Sekolah Menengah Atas  (SMA)  Nabire,  atas nama Pit Yogi, ditikan Orang tak di kenal (OTK),  seusai mengadakan Rapat kegiatan kepanitiaan, menurutnya dia ditikam oleh diduga kelompok Inteljen Negara yang bertugas  di Nabire,  Rabu (27/03/13). korban sedang rawat di rumah sakit  (RSUD) Nabire
 
Informasi yang diterima malanesia.com, bahwa korban adalah Panitia Kegiatan sehingga, mereka mengadakan Rapat Pada Malam hari sekitar jam 7.00 sampai selesai Pada Malam hari,  mereka bubar dan  korban ini, dia mulai berjalan kaki sekitar Kalibobo Nabire dengan tujuan pulang kerumah pada jam 11.00 setelah mengikuti kegiatan Rapat tersebut, akhirnya salah satu orang mengikutinya dari belakang dia sehingga Ia mengatakan Ucapan selamat kepadanya akhirnya ucapan selamat yang diberikan membuat Emosi baginya, maka Ia mulai menikam dengan menggunakan paran sabit terhadap  Anak SMA tersebut

Setelah Ia di Tikam, dia mulai melarikan diri kerumah dalam kondisi yang memaksakan sebab keadaannya sudah berat kemudian tali perutnya pun keluar dan seluruh bagian tubuh diiris atau potong garis akhirnya sampai dirumah. Kemudian setelah beberapa menit keluarga-nya membawa dia kerumah sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire , dan Ia diangkat dengan sepeda Motor roda dua sementara itu Ia dalam Kondisi Pingsang/tidak tau diri, dan Mereka masukan pelaku korban di IGD pada Jam 12.00 tengah malam, 
 
namun Tenaga Medis dirumah sakit begitu biarkan dia. Tidak merawat, tidak di jahit bekas tikamanya sampai pada siang jam 12.00 besok harinya maka keluarga pelaku korban bertindak merontak terhadap Para medis sehingga mulai dijahit, kemudian pelaku korban sementara ini dalam kondisinya berat dirumah sakit Umum (RSUD) Nabire.
 
Menurut Pelaku Korban setelah Ia sadar, menemukan pelaku pembunuhnya di rumah sakit di kawal dengan tiap Polisi Polres Nabire pada malam maka keluarga pihak korban takut untuk menegur terhadap pelaku pembunuh sehingga Mereka hanya mendugakan bahwa penikaman tersebut yang terjadi disetin dari pihak tertentu yakni Gabungan Polisi dan Tentara dan yang menjadi pimpinan aksi pembunuhan adalah Polres Nabire sendiri.
 
Maka dalam setiap aksi Pembunuhan yang terjadi pada malam dan siang di kota Nabire dengan cara senggol, meracuni dan pembunuhan nyata maka seluruh lapisan masyarakat Nabire, dan Masyarakat pelosok Papua dimana- mana berada bahwa berhati – hati berjalan sendiri pada malam hari dan berhati – hati pula dalam pembelanjaan dll karena Semua orang papua yang korban dibuat dari Gabungan TNI/POLRI, namun semangat berjuang dan persatuan adlah senjata ampuh Rakyat Papua Barat menuju kebebasan rakyat papua barat, oleh karena itu gerakan TNI/POLRI termasuk Pembunuhan adalah Pelanggaran HAM.
 
Saran caution pada pasien orang papua dimana pun berada para Medis Dirumah sakit di Papua dipegang TNI/POLRI. Dan kita mengantispasi bahwa menginjeksi jarum suntik digantikan dari sudah terinfeksi HIV/AIDS adalah hal  kenyataan yang dibuat oleh NKRI karena Orang Papua mudah terinfeksi HIV dalam waktu yang singkat meski setia pada istri dan suami itu sendiri. (M/Ag Papuanus)

Sumber lain: http://papuanusgobay.blogspot.com/2013/03/nabire-satu-pelajar-sma-di-tikam-pisau.html