Pages

Pages

Senin, 04 Februari 2013

Tanpa sebab, Mahasiswa Papua di Bogor Ditembak OTK

Pemenbakan oleh OTK mahasiswa West Papua di Bogor
Bogor – Seorang mahasiswa asal Papua yang sedang kuliah di Bogor terkena peluru yang ditembakkan oleh orang tak dikenal (OTK). 

Tembakkan tersebut dilepaskan tanpa sebab oleh pelaku dan pelurunya mengenai bagian atas telinga korban. Korban bernama Marinus Gobai adalah mahasiswa aktif yang sedang kuliah di Universitas Djuanda Bogor.  Kejadian ini terjadi pada hari Minggu (3/1), malam sekitar pukul 18.30.

Kepada media ini, korban mengatakan awalnya ketika hendak ke gereja katedral Bogor bersama seorang temannya untuk mengambil motor. Mereka hendak mau menggunakan angkutan umum (angkot) dari Ciawi menuju kota lebih dahulu. Mereka berjalan kaki melewati perkampungan warga untuk menuju jalan besar, ketika tiba di depan pos Polisi Ciawi kabupaten Bogor, mereka didatangi oleh seseorang yang belum mereka kenal sebelumnya.

Dengan mengunakan bahasa inggris, pria itu menanyakan asal daerah. Karena terburu-buru dan capek korban hanya menjabnya dengan singkat, “Dari Papua, ” lalu meningalkannya. Namun, tiba-tiba, tanpa sebab, laki-laki itu memukul korban, karena merasa tidak terima diperlakukan seperti itu, korban kambali membalas pukulannya.

Sekali korban membalas pukulan pelaku mengeluarkan pistol dan langsung menembakkannya ke arah korban. Beruntung korban berusaha menghindar sehingga  peluru hanya mengenai samping kepala kiri tepat di atas telinga. Usai menembakkan peluru, pelaku lari meninggalkan mereka.

Usai kejadian, korban bersama temannya langsung melaporkan kasusnya  ke pos polisi Ciawi. Tetapi polisi tidak menindak lanjuti kejadian itu. Polisi beralasan TKP masuk dalam daerah kerja porles selatan kota Bogor. Polisi tidak bisa melayani.  Warga yang menyaksikan kejadian juga tidak mau memberikan keterangan tentang identitas pelaku. Padahal sebelum kejadian, pria bersenjata itu terlihat sempat nongkrong bersama mereka dekat pos polisi.  Sehingga mereka menduga bahwa pria bersenjata tadi ialah seorang intel yang selalu mebuntuti korban. “Sa sering lihat dia di Ciawi. Dia intel. Saya tau.” Kata korban kepada media ini.
 
Mahasiswa Papua yang lain, yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan Marinus dulu perna dicari orang . “Dulu ada orang yang tanya-tanya kaka Marinus.”
Pada malam hari, setelah melapor ke Porles Bogor Selatan Pukul 19:30, kaporles dan kepala intel bersama anak buahnya turun ke lapangan dan meninjau TKP. Sampai berita ini diturunkan, kami masih belum bisa mendapat keterangan pasti hasil olah TKP.
 
Sewaktu aksi-aksi kekarasn bersenjata meningkat di Papua, mulai dari penembakan misterius sampe dengan penembakan Mako Tabuni, salah satu pimpinan KNPB terjadi di Jayapura mahasiswa Papua di Bogor pernah mengadakan aski demostrasi menuntut pemerintah agar  tindakan kekerasan di Papua dihentikan dan minta pemerintah segera membuka ruang dialog dengan rakyat Papua. Waktu itu Marinus Gobai  dipercaya sebagai penangung jawab. (EBI/MS)