Pages

Pages

Sabtu, 23 Februari 2013

ANAK PUTUS SEKOLAH MENINGKAT DI PAPUA

Seorang Anak Berusia 8thn Tak Berpendidikan Karena Ketidakmampuan Orang Tuanya, Yang Merupakan Wajah Dari Ribuan Anak-anak Papua Yang Tak Berpendikan Karena Ketidakmampuan Orang Tua Mereka
 Jayapura-NAPAS.com, Seorang Anak bernama Alua (8 thn), adalah penjual Buku Renungan di Lingkaran Abepura, Jayapura, Papua. Agus melakukan aktifitasnnya, hanya untuk menyambung hidupnya dan membantu orang tuanya, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Ketika ditanya, Alua menjawab “Saya tidak sekolah karena tidak ada biaya. Saya jual buku hanya untuk bantu mama dan bapak beli buku”.

Alua yang masih kecil dan polos itu menjawab dengan kondisi yang dialaminya dengan kepolosan. Ketika ditanya, buku itu didapatkannya dari mana, ia menjawab, mereka membelinya di toko Kalam Kudus dengan harga Rp. 6.000,-, kemudian menjualnya dengan Rp. 10.000,-. Menurut Alua, kalau buku yang dijualnya tidak laku, dibawanya pulang dan kemudian, melanjutkan penjualan dikeesokan hari, dan seterusnya. terkait kenapa buku renungan, jawabnya karena cepat laku.

Papua sesungguhnya ada dana Otsus, DAUK dan DAK, serta dana lain untuk pembangunan dan pengembangan, namun banyak sekali anak Papua di Ibu Kota Propinsi yang tidak bersekolah akibat ketidakmampuan orang tua dalam membiayai mereka. Banyak anak-anak di Buper, Abepura, Sentani yang masih tak bersekolah karena ketidakmampuan orang tua. Tentunya, kondisi itu lebih buruk di Kampung-kampun di seluruh tanah Papua. ( ***Marthen Goo***).

Sumber :  http://nationalpapuasolidarity.blogspot.com/2013/02/anak-putus-sekolah-meningkat-di-papua.html